Fit

Quraish Shihab ungkap syarat seseorang layak disebut habib

Muhammad Quraish Shihab merupakan salah satu tokoh agama yang memiliki garis keturunan Timur Tengah. Hal tersebut membuatnya dinilai layak dipanggil habib.

Tapi hingga kini, Ulama tafsir Indonesia tersebut masih enggan menyandang gelar habib. Ternyata ada alasan yang membuat ayahanda Najwa Shihab itu enggan disebut habib. Dalam akun yang diunggah oleh akun Fanpage Najwa Shihab pada beberapa tahun lalu, ia mengungkapkan alasannya.

Quraish Shihab
Quraish Shihab. Foto: Instagram

Perlu pembuktian

Awalnya, Quraish Shihab menjelaskan ada gelar yang pada hakikatnya tidak disandangkan begitu saja kepada seseorang.  Mereka yang diberi gelar sedianya harus melalui proses pembuktian sehingga wajar diberi gelar kyai atau habib.

“Kyai atau habib itu adalah gelar yang sangat terhormat. Mestinya tidak disandangkan (kepada sembarang orang),” ungkapnya, dikutip dari Suara.com, Minggu 24 Mei 2020.

Ada tiga kategori bagi pria yang layak mendapat gelar habib. Mereka adalah orang yang memiliki pengetahuan agama mendalam. Kedua mereka mengamalkan ilmu yang dimiliki. Serta yang terakhir mengabdi di tengah masyarakat secara tulus.

“Kyai-kyai kita kan seperti itu. Mereka menjawab pertanyaan lalu memberikan solusi. Karena ulama itu menurut Alquran sebagai pewaris Nabi adalah orang-orang yang mampu memberikan solusi atas problematika-problematika khususnya saat ini,” katanya.

Quraish Shihab dan Najwa Shihab
Quraish Shihab dan Najwa Shihab. Foto: Instagram

Merasa diri belum layak

Ada sebabnya Quraish Shihab enggan disebut habib. Berkaca dari uraian yang disebutkan sebelumnya, ia merasa belum layak menyandang gelar habib karena belum memenuhi semua syarat.”Saya merasa, saya belum sampai,” katanya.

Ia pun kemudian mengungkap definisi dari kata habib. Menurutnya, dalam bahasa Arab, habib berakar dari kata cinta. Maka dari itu, orang bergelar habib memiliki tugas yang tidak mudah, karena dirinya harus mencintai dan dicintai oleh sesama.

“Kalau cinta kan enggak bisa bertepuk sebelah tangan. Habib harus mencintai masyarakatnya, harus mencintai manusia sekaligus dia dicintai orang lain. Ini tidak mudah,” ujarnya.

Baca juga: Maafkan Satpol PP pemukulnya, Habib Umar: Tak punya penyakit hati

Ia lalu menegaskan, kalau seseorang dinamai kyai, lantas pengamalan ilmunya tidak wajar sekalipun dia sosok panutan, maka dia akan menghina gelar yang disandang.

“Begitu juga dengan habib, maka dia harus menampilkan sosok yang paham agama yang dicintai dan mencintai. Kegiatannya, segala apa yang nampak darinya mesti sesuatu yang sangat baik,” ucapnya.

Najwa Shihab yang menyimak penjelasan ayahnya tersebut lalu bertanya, “Abi merasa (menjadi habib)?”. Ayahnya itu menjawab, “Belum sampai ke sana. Mudah-mudahan suatu ketika.”

Dikagumi Anggun

Sosok Quraish Shihab yang bijak dikagumi banyak orang, termasuk penyanyi Anggun. Wanita yang berkiprah secara internasional tersebut menjadikan Quraish Shihab sebagai panutan.

Anggun unggah pernyataan Quraish Shihab
Anggun unggah pernyataan Quraish Shihab. Foto: Twitter

Anggun memuji pernyataan mantan Menteri Agama tersebut yang enggan dipanggil habib. Hal itu disampaikan Anggun melalui Twitter pribadinya pada Kamis, 22 Mei 2020.

Ia membagikan cuplikan pernyataan Quraish Shihab dalam sebuah media mengenai sapaan habib. Di mana Quraish Shihab mengatakan alasannya enggan memakai gelar habib, “Ilmu saya belum dalam, akhlak saya belum sesuai dengan yang diajarkan agama. Jadi tak usah panggil saya habib. Biarkan saya berjuang dulu”.

Anggun lalu menuliskan caption berbunyi “Yang patut dicontoh”.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close