Hobi

Punya uang, tapi tidak berqurban Idul Adha karena membantu sesama di masa pandemi, bolehkah? Simak penjelasan Gus Nadir…

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun membuat banyak sektor ekonomi hancur dan tak sedikit terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Banyak para dermawan yang tergerak untuk membantu sesama yang kesulitan di masa pandemi ini.

Saat ini, Hari Raya Idul Adha sudah di depan mata, tradisi berqurban sudah biasa dilakukan oleh umat Islam yang memiliki rezeki lebih. Namun, di masa pandemi ini, bolehkah kita menyalurkan harta yang kita miliki kepada mereka yang terdampak pandemi daripada untuk berkurban membeli kambing atau sapi? Ra’is Syuriah, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (NU) di Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen punya jawaban untuk pertanyaan ini.

Muslima Fest

Hops.id telah meminta izin kepada admin akun twitter Khazanah GNH @na_dirs seperti untuk mengutip penjelasan ulama yang juga dosen di Monash University ini pada Sabtu (3/7/2021).

Dipaparkan Gus Nadir, Mazhab Syafi’I berpendapat bahwa berqurban hukumnya adalah sunnah muakadah (sangat dianjurkan). Jadi tidak wajib. Artinya kalau Sobat Hops mampu berqurban tapi tidak melakukannya maka Sobat Hops tidak berdosa.

Ra'is Syuriah, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (NU) di Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen. Foto: nadirhosen.net
Ra’is Syuriah, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (NU) di Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen. Foto: nadirhosen.net

Dalam kitab Al-I’tisham karya Imam Syahtibi (2/602) dikutip keterangan bahwa Abu Bakar dan Umar tidak berqurban karena khawatir umat menganggap qurban itu jadi wajib.

Dalam kitab Bidayatul Mujtahid (2/191) dijelaskan Ibn Abbas, sahabat nabi yang lain, juga berpendapat berqurban itu tidak wajib.

Salah satu argmen mazhab Syafi’I mengatakan berqurban itu bukan sebuah kewajiban adalah redaksi hadis nabi “jika kalian hendak berqurban”, ini menunjukkan berqurban bukan perkara wajib.

“Nah, kalau berqurban itu tidak wajib, jadi sebenarnya boleh saja dana berqurban tahun ini dialihkan dalam bentuk donasi kepada masyarakat sekitar yang terpapar Covid-19. Ini masuk kategori “sedekah” bukan masuk kategori “berqurban” dengan uang. Sedekah juga sangat dibutuhkan saat ini,” tutur Gus Nadir di akun twitter @na_dirs, Sabtu (3/7/2021).

Lebih lanjut dituliskan Gus Nadir, berarti donasinya dengan niat sedekah, bukan dengan niat berqurban. Karena berqurban dengan uang (bukan binatang ternak) itu masih kontroversi. Ada riwayat Ibn Abbas pernah membeli daging di pasar (bukan beli hewan hidup yang akan disembelih) seharga dua dirham dan mengatakan inilah Qurban.

Ilustrasi sedekah. Foto: Ist
Ilustrasi sedekah. Foto: Ist

Namun, lanjut Gus Nadir, Ibn Rusyd mengomentari bahwa riwayat Ibn Abbas berqurban dengan dua dirham itu lemah dan tidak bisa dijadikan pegangan.

“Jadi kalau mau dengan uang saja, niatkan untuk sedekah, bukan sebagai pengganti Qurban. Insya Allah itu juga bernilai tinggi di sisi Allah di masa pandemi,” ujar Gus Nadir.

“Yang terbaik tentu saja keduanya: tetap berqurban, dan di samping itu juga tetap bersedekah membantu masyarakat yang terdampak pandemi,” pungkas Gus Nadir.

Jadi bagaimana, Sobat Hops? Sudah siap berqurban di Idul Adha nanti? Atau lebih memilih untuk membantu sesama di masa pandemi? Semua sama baiknya ya, Sobat Hops….

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close