Trending

Ramai ustaz ceramah hina agama lain, Buya Yahya tegas: Jaga lidahmu!

Sejak beberapa tahun terakhir, mulai banyak pendakwah atau pemuka agama Islam yang bicara menggebu-gebu di atas mimbar. Bahkan, sebagian dari mereka dengan atau tanpa sadar menghina agama lain. Lantas, bagaimana Buya Yahya melihat hal tersebut?

Disitat dari video berjudul ‘Jangan Caci Tuhan yang Dianggap Agama Lain’ di saluran Youtube Al-Bahjah TV, Buya Yahya mengatakan, masih ada sejumlah pihak—tak terkecuali penceramah, yang masih menghina Tuhan agama-agama lain. Padahal, perbuatan tersebut sangat tidak diperbolehkan.

Sebab, pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah itu berpendapat, seandainya umat muslim berani menghina sesembahan dari agama lain, maka bersiaplah menerima ‘serangan balik’. Itulah mengapa, tidak menghina agama lain merupakan cara umat muslim melindungi agamanya sendiri.

“Nabi menjelaskan pada kita, bahwa ada orang yang jelek lidahnya mencaci orang seenaknya. Termasuk mencaci sesuatu yang dianggap Tuhan oleh agama lain, itu tidak boleh,” ujar Buya Yahya, dikutip Selasa 16 Februari 2021.

“Jangan kau caci orang-orang yang menyembah selain Allah. Sebab, dia akan balas mencaci Tuhan kita,” sambungnya.

Toleransi Beragama. Foto: The National News

Buya Yahya menjelaskan, bicara mengenai Tuhan atau ajaran agama lain sebenarnya diperbolehkan, asalkan di tempat dan waktu yang tepat. Misalnya, saat berada di forum diskusi atau kajian lintas agama.

“Tapi kalau enggak ada sebab-sebabnya, enggak ada cerita apa-apa, kita langsung mencaci Tuhan-tuhan agama lain, itu enggak diperkenankan. Karena mereka akan membalas mencaci Tuhan kita dengan ketidaktahuan mereka,” tegasnya.

Buya Yahya
Buya Yahya Photo: Instagram Buya Yahya

Hina agama lain, Buya Yahya ingatkan pentingnya jaga lidah

Ulama dengan nama panjang Yahya Zainul Ma’arif itu mengingatkan seluruh pihak—termasuk penceramah Islam untuk tetap menjaga lidahnya. Sebab, kata dia, kita tidak tahu, apa yang bakal terjadi usai menyampaikan sesuatu yang tak pantas disampaikan.

“Menjaga lidah itu penting sekali. Maka jangan sampai (menghina Tuhan atau ajaran agama lain). Kalau kita melihat kejelekan seseorang dan sebagainya, bukan untuk menjelekkan atau mencaci, tapi untuk menghindari agar tidak terjadi pada kita.”

“Cacian itu juga menyebabkan kekecewaan terhadap orang yang dicaci. Kalau kita mencaci bapak seseorang, anak yang kecewa itu juga bakal menghina bapak kita, atau malah mencari-cari kesalahan bapak kita.”

“Nabi sudah memberi peringatan kepada kita, jaga lidahmu!” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close