Trending

Rangga Sunda Empire ngaku bantu Gus Dur, Megawati, SBY, dan Jokowi jadi Presiden

Tokoh petinggi yang sempat menjadi perhatian lantaran mengaku sebagai Sekjen Sunda Empire, Ki Ageng Rangga Sasana mengungkapkan bahwa di balik keberhasilan sejumlah presiden sejak era Gus Dur hingga Jokowi terdapat campur tangan bantuannya. Dia pun mengaku bahwa dirinya adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Awalnya dalam sebuah wawancara bersama pembawa acara kondang Karni Ilyas, pria yang mengaku tidak lagi menjabat di Sunda Empire ini mengungkapkan dirinya sempat membantu terpilihnya sejumlah Presiden, termasuk Presiden Jokowi.

Klaimnya tersebut disampaikan Rangga Sunda Empire dalam sebuah video bincang-bincang bersama Karni Ilyas dan budayawan Sujiwo Tejo.

Tangkapan layar kanal YouTube Karni Ilyas Club saat kehadiran Rangga Sasana. Foto: YouTube/Karni Ilyas Club
Tangkapan layar kanal YouTube Karni Ilyas Club saat kehadiran Rangga Sasana. Foto: YouTube/Karni Ilyas Club

Rangga mengawali cerita dengan menegaskan bahwa dirinya tak lagi tergabung sebagai bagian dari Sunda Empire. Meski begitu, dia mengatakan Sunda Empire masih ada.

“Dalam status pengadilan [Sunda Empire] tidak dibubarkan. Hanya persoalan ini adlaah dikembalikan urusan internasional. Saya sekarang hadir sebagai pribadi saya,” katanya dalam video yang diunggah saluran YouTube Karni Ilyas Club, mengutip Suara (Jaringan Hops) pada Sabtu, 1 Mei 2021.

Rangga Sasana lantas membahas kondisi dan potensi Indonesia yang menurutnya bisa lebih maju untuk memimpin dunia. Menurut Rangga Sunda Empire, untuk memajukan negara perlu kekuasaan yang sinergi. Hanya saja pejabat negara kata dia kini berjalan sedniri-sendiri.

Sujiwo Tejo lantas menimpali hal itu dengan mengungkit pernyataan Rangga bahwa dirinya adalah ketua dewan pengarah partai-partai, “Tadi katanya ketua dewan pengarah partai-partai. Seluruh partai di bawah Pak Rangga, kenapa tidak diperintahkan aja?” tanya Sujiwo Tejo.

Terkait hal itu, Rangga Sasana lantas bercerita bahwa pasca reformasi 1998, Pak Muladi mengumumkan bahwa ada ratusan partai yang berdiri, tetapi hanya 141 saja yang disahkan.

Pada tahun 1999 Rangga Sunda Empire mengaku sempat terpilih menjadi Majelis Partai Rakyat Indonesia.

“Saya pendiri Partai Pejuang dan Doa Rakyat Indonesia Nasional Religus. Ada kongres tahun 1999 saya terpilih menjadi ketua umum Majelis Partai Rakyat Indonesia,” tukas dia.

Mengaku bantu terpilihnya sejumlah presiden, dari Gus Dur hingga Jokowi

Ketika mendapat jabatan itu lah kemudian Rangga mengklaim ikut campur dalam ajang kontestasi pemilihan presiden Indonesia walaupun tidak mendapat untung sama sekali, termasuk soal bayaran uang.

“Sebagai ketua majelis saya memperlihatikan. Kebetulan saya membidangi siapa-siapa saja yang jadi presiden walaupun tidak dibayar,” kata dia.

Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana. Foto: Twitter @Rangga_Sasana
Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana. Foto: Twitter @Rangga_Sasana | Rangga Sunda Empire ngaku bantu Gus Dur, Megawati, SBY, dan Jokowi jadi Presiden

Rangga juga mengaku bantuan itu dimulai sejak era terpilihnya Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyonoa (SBY), hingga Jokowi.

Selain itu Rangga yang baru bebas dari penjara beberapa waktu lalu mengklaim merupakan kader PDIP.

“Iya saya ikut bantu. Saya kebetulan kader PDIP. Saya mungkin nanti akan menggunakan hak dan kewajiban nanti, waktu habis masa tahanan InsyaAllah silaturahmi. Ibaratnya banteng mulang kandang, aku ini banteng,” tegas Rangga.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, usai bebas dari penjara, Petinggi Sunda Empire Raden Rangga Sasana telah merencakan kegiatan baru, salah satunya mau bikin podcast. Rencana itu diungkap pengacaranya, Erwin Syahduddi.

“Untuk Pak Rangga sendiri memang beliau masih semangat. Cuma semangatnya ini kita coba arahkan ke hal-hal positif misalnya nanti kita buat karya buku, seminar, dan kalau perlu kita buat podcast semacam itu,” kata Erwin.

Tentang rencana karya buku, lanjut Erwin, Rangga Sunda Empire bakal menuliskan tentang pengalaman pribadi selama mendekam di penjara.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close