Trending

Arief Sulistyanto jadi calon Kapolri terkaya, Refly Harun: Tak masuk akal

Refly Harun menyebut menyesuaikan dengan gaji profesi mereka.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengusulkan lima nama calon kapolri sebagai pengganti Jenderal Idham Azis yang akan pensiun pada Februari mendatang.

Lima nama itu kini telah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo pada Kamis, 7 Januari 2021.

Nama-nama yang diusulkan merupakan jenderal bintang tiga di institusi Kepolisian. Yakni Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, Komjen Listyo Sigit Prabowo, Komjen Arief Sulistyanto, Komjen Agus Andrianto, dan Komjen Boy Rafli Amar.

“Kelima orang itu dianggap memenuhi syarat profesionalitas, loyalitas, jam terbang,” kata Mahfud lewat cuitan di akun Twitternya, @mohmahfudmd pada Jumat, 8 Januari 2021.

Tak cuma nama, Tempo membeberkan daftar kekayaan 5 kapolri tersebut. Merujuk dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Komjen Arief Sulistyanto merupakan calon terkaya.

Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri ini memiliki harta Rp14,431 miliar berdasarkan LHKPN tahun 2019.

Terkait hal itu, Pakar hukum tata negara, Refly Harun mengatakan bahwa data yang disakijan LHKPN tidak masuk akal. Ia beranggapan bahwa tidak mungkin seseorang dengan jabatan seperti 5 calon kapolri ini memiliki harta berkisar 1-2 miliaran.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun. Foto: Youtube/ReflyHarun
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun. Foto: Youtube/ReflyHarun

“Kita hanya menilai sebuah kewajaran, jangan sampai memiliki harta di luar profilenya yang berlebihan sehingga tidak masuk akal lagi,” Dilansir laman youtube Refly Harun Senin 11 Januari 2021.

Lebih lanjut ia menilai data yang disajikan merujuk pada profesi 5 calon kapolri ini.

“Mungkin supaya sesuai dengan profil mereka sebagai pengak hukum, tapi kalau kita lihat nilai-nilai yang disodorkan agak kurang masuk akal juga. Artinya nilai yang disodorkan terlalu murah.”

Refly mencontohkan misalnya untuk harta berupa bangunan di Jakarta. Untuk kelas Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) itu bernilai cuma 1,23 miliar.

“Misalnya Gatot Nurmantyo memiliki 2 unit bangunan di kawasan Jakarta Barat masing-masing 1,23 miliar dan dan 1,71 miliar. Kira-kira tanahnya seperti apa dan bangunannya seperti apa yang nilainya cuma 1,23 miliar? Barangkali hanya NJOP saja yang dilaporkan tapi nilai riilnya itu bisa berkali-kali lipat,” katanya.

Meski demikian Refly mengkui fakta bahwa sulit bagi seorang penegak hukum hanya menyandarkan diri dari pendapatan gaji saja.

“Mungkin ada usaha lain yang membuat hidup mereka lebih layak. Kalau hanya mengandalkan gaji dari negara tidak ada apa-apanya diandingkan gaji dari swasta.”

Refly juga menyamakan pendapatan Budi Waseso saat menjabat Komjen.

“Kita tidak tau gaji seorang Komjen berapa, dulu Budi Waseso tahun 2015 mengatakan gajinya cuma Rp10 juta. jadi kita menilai sebuah kewajaran saja, jangan sampai memiliki harta di luar profile jadi berlebihan sehingga sudah tidak masuk akal lagi.

Di sisi lain Refly menganggap penting bagi LHKPN utuk melihat apakah calon Kapolri cukup jujur, punya kredibilitas, integritas hingga mampu membenahi institusi kepolisian.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close