Trending

Refly sebut Jokowi dianggap presiden cebong, FH: Ngaco Prabowo-Sandiaga aja dirangkul!

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun beberapa waktu lalu yang menyebut bahwa Jokowi dianggap sebagai presiden oleh kelompok cebong. Menanggapi pernyataan itu, politikus Ferdinand Hutahaean dengan tegas mengatakan bahwa pernyataan Refly itu ngaco, karena Presiden Jokowi saja mengajak lawan politiknya Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk membangun Indonesia.

“Jokowi sebagai Presiden jelas mengurusi seluruh rakyat pemilihnya maupun yang tidak memilihnya. Bahkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dirangkul jadi bagian pemerintahan,” ujar Ferdinand dalam keterangan tertulis di jejaring media sosial pribadinya.

Ferdinand menyayangkan pernyataan dari Refly yang seakan menyudutkan Jokowi dengan beropini bahwa dia hanya menjadi presiden bagi pendukungnya saja.

Oleh sebab itu, dia menilai bahwa pembicaraan Refly tersebut sesat adanya.

“Lucunya Refly harun beropini seolah Presiden Joko Widodo hanya presiden bagi pendukungnya. Refly yang sesat opini, Jokowi yang dia salahkan. Ngaco!,” katanya.

Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto. Foto: Antara
Refly sebut Jokowi dianggap presiden cebong, FH: Ngaco Prabowo-Sandiaga aja dirangkul | Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto. Foto: Antara

Lebih lanjut Ferdinand menyindir Refly dengan mengatakan bahwa pendapatnya itu datang dari pemikiran yang tidak menerima keputusan demokrasi secara utuh.

Harusnya, kata Ferdinand, kelompok yang kalah dari Pilpres seperti Refly menerima demokrasi dengan sah bukan beropini dengan sembarangan.

“Pendapat ini bersumber dari sebuah kehidupan yang tak menerima demokrasi secara utuh. Demokrasi kita telah memilih Presiden Jokowi sebagai Presiden terpilih dan harusnya kelompok yang kalah seperti Refly Harun menerima hasil demokrasi yang sah dan bukan beropini seperti itu,” imbuhnya.

Deretan meme kocak soal menteri baru Jokowi, bikin geleng-geleng. Foto: Twitter
Refly sebut Jokowi dianggap presiden cebong, FH: Ngaco Prabowo-Sandiaga aja dirangkul! | Meme Presiden Jokowi ajak lawan politiknya bergabung. Foto: Twitter

Sebagaimana diketahui, Refly Harun sempat mengungkapkan bahwa posisi Presiden Jokowi hanya menjadi Presiden bagi segelintir orang yang menjadi pendukungnya saja.

“Bayangkan bahkan seorang Presiden yang harusnya mewadahi kita semua, bapak bagi kita semua, itu dipersepsikan sebagai presiden satu kelompok. Gawat sekali bangsa kita ini,” ujar Refly dalam saluran YouTube miliknya, menukil Fajar Indonesia.

Refly menilai adanya sebutan cebong dan kadrun telah mengacaukan konsep bernegara bangsa Indonesia.

“Presiden dianggap sebagai presidennya cebong. Lalu ada istilah baru, Kadrun misalnya. Dan setiap saat, bahwa seola-olah yang dikatakan Kadrun itu bukan rakyatnya Jokowi. Konsep bernegara kita jadi tidak benar,” lanjutnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close