Trending

Warga Depok wajib baca, di masa PPKM darurat nggak boleh gelar hajatan pernikahan lho, ini aturannya…

Pemerintah Kota Depok kembali mengeluarkan Surat Keputusan Wali Kota 443/280/Kpts/Dinkes/Huk/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019. Dalam SK tersebut terdapat dua aturan baru yang diberlakukan mulai dari 10 – 20 Juli 2021. SK tersebut diterima Hops.id, Senin (12/7/2021). Diantaranya mengatur resepsi pernikahan dilarang.

Dalam SK yang ditandatangani Wali Kota Depok Mohammad Idris ini mengatur berbagai ketentuan, pertama, tempat ibadah yakni Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah tidak diperkenankan mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjemaah selama masa penerapan PPKM Darurat. Masyarakat diminta mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

Muslima Fest

Kedua, resepsi pernikahan dan khitanan yang semula diperbolehkan dengan jumlah undangan terbatas, kini  ditiadakan selama masa PPKM Darurat.

“Resepsi pernikahan dilarang. Tidak hanya itu, acara khitanan juga dilarang selama penerapan PPKM Darurat,” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam SK tersebut.

Pada aturan sebelumnya yang tercantum dalam keputusan Wali Kota 443/267/Kpts/Dinkes/Huk/2021, disebutkan bahwa tidak ada pelarangan. Namun, resepsi pernikahan hanya boleh dihadiri maksimal 30 orang dan khitanan hanya sebanyak 20 orang dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat serta tidak menerapkan makan di tempat resepsi, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

Ilustrasi resepsi pernikahan. Foto: Ist
Ilustrasi resepsi pernikahan. Foto: Ist

“Pelarangan resepsi pernikahan dan khitanan ini sebagai upaya pembatasan kerumunan atau kumpulan massa di saat pandemi Covid-19 serta mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19,” tegas Idris.

Warganet berang

Warga Depok pun memberikan reaksi beragam terkait resepsi pernikahan yang dilarang. Di media sosial, warganet Depok meluapkan unek-unek mereka. Terpantau di akun Instagram @depok24jam, warganet mengomentari kebijakan ini, akun @xperiary berkomentar “Jago banget deh kalo bikin surat. Bantuan udah ada yang disalurkan belum buat warga yang isoman di rumah yang nggak boleh kemana-mana? Tetangga sebelah aja, Bupati Bogor udah konsisten sebar bantuan kebutuhan pokok buat warga isoman. Sampe udah di upload Pak Gubernur loh”.

Akun Instagram @siniwarkop menulis, “kalo pilkada lanjottt”

“Jangan lama-lama ya pak bikin aturannya, kasian yang kerjanya berkaitan sama wedding atau event2 gitu dulu pas udah bilang new normal lumayan bangkit ekonomi kita yang kerja di bidang wedding, sekarang ambyarrr lagi.” ujar akun Instagram @vahmia_08

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close