Trending

RI diserbu barang murah China free ongkir, Dr Tirta ngegas cubit Pemerintah

Influencer dan pelaku bisnis Dr Tirta Mandira Hudhi menyoroti banyaknya barang murah dari China yang dijual free ongkir ke Indonesia. Hal itu menurutnya menjadi salah satu alasan banyaknya pelaku UMKM di Tanah Air yang mati.

Bagaimana tidak, di masa pandemi dan paceklik seperti ini, di satu sisi banyak masyarakat yang ingin bertahan hidup, namun persaingan usaha justru kian mencekik.

“Saat ini banyak seller internasional yang bebas menjual eceran di Indonesia. Contoh, ada barang sepatu white label dari China yang dijual Rp100 ribu sudah sama free ongkir sampai di depan rumah. Sementara saya saja kirim sepatu ke Balikpapan ongkirnya saja habis Rp50 ribu,” kata Dr Tirta saat live di saluran Youtube Indonesia Business Forum, dikutip Kamis 25 Februari 2021.

Bagi Dr Tirta, sebenarnya Indonesia juga bebas saja untuk menjual barangnya ke luar negeri. Akan tetapi rata-rata penjual di Indonesia dan pasar UMKM di Tanah Air, masih belum kuat mengimbanginya. Alhasil, mereka kalah dan terpukul.

Dr Tirta kemudian mengungkap fenomena yang kini tengah dirasakan para pedagang kecil di Indonesia. Dia mendapatkan informasi ini dari sejumlah koleganya, salah satunya di Cikupa, Tangerang.

Impor barang dari China. Foto: Ist.
Impor barang dari China. Foto: Ist.

Selama pandemi ini mereka mengeluhkan naiknya harga bahan baku seperti benang dan kain katun impor. Akibatnya mereka harus menaikkan harga-harga dan terjadi pada banyak brand lokal. Di satu sisi, banyak barang China justru terus datang menyerbu Indonesia dengan status free ongkir.

“Makanya, dibutuhkan cross border transaction. Sebab kalau seller luar negeri tak dibuat regulasi oleh Pemerintah, pasti akan matikan industri UMKM kita.”

Solusi Dr Tirta hadapi barang China free ongkir

Pada kesempatan itu Dr Tirta lantas menyebut ada sejumlah pihak yang bilang, kalau UMKM mau bertahan ya harus berani turunkan harganya. Kata Dr Tirta, tentu kata-kata ungkapan itu sangat tak bijak.

Sebab di satu sisi, banyak pelaku UMKM Tanah Air yang sengaja dijepit dengan naiknya bahan baku impor dari luar. Sedangkan di satu sisi, perusahaan-perusahaan besar dari China justru ikut-ikutan menjual barang mereka secara eceran, bahkan diberikan free ongkir ke dalam negeri.

Sepatu yang dipasarkan online. Foto: Ist.
Sepatu yang dipasarkan online. Foto: Ist.

“Kalau jual lusinan, atau kodian tidak mengapa, itu artinya menyambung rantai perdagangan. Tapi kalau eceran ya tercekik banget industri kecil. Sebab mereka mainnya belum bisa kuantitas besar seperti perusahaan-perusahaan China. Kan makin dikit ongkos produksi makin mahal,” katanya.

Maka itu, dirinya berharap Pemerintah menerapkan adanya cross border transaction untuk melindungi pedagang kecil di Indonesia. “Paling tidak dihalang-halangi agar masuk ke Indonesia. Kalau pabrik garmen di Cileunyi yang produksinya jutaan pieces enggak pengaruh, nah kalau di Majalaya, UMKM semua, apalagi di Cikupa, Garut, itu kecil semua,” katanya.

Solusi selanjutnya dari Dr Tirta, yakni melibatkan banyak influencer dan tokoh-tokoh untuk terus memperkenalkan produk lokal. Dia sadar, Pemerintah saat ini sebenarnya gemar memakai influencer dan Key Opinion Leader (KOL).

Maka itu, hal ini diperkirakan juga bisa turut dilakukan pada industri UMKM Indonesia. Agar produk lokal di masing-masing daerah bisa terus membumi dan kian dikenal banyak masyarakat. Karena sejauh ini anak muda masih melihat Jakarta dan Bandung saja yang menjadi wilayah produsen.

Padahal, banyak sekali produk lokal dari wilayah lain yang patut juga diperkenalkan. “Saran saya Pemerintah juga mulai menggunakan tokoh lokal hero, maksudnya di bagian 10 anak muda lokal UMKM itu, local hero memperkenalkan. Kan ada digital sosial media yang bisa membantu agar lebih dikenalkan secara nasional,” katanya lagi.

Kemudian, diberikan pula kemudahan untuk mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sebab dengan pengenalan lebih massif, dan melibatkan influencer serta KOL, maka akan mudah juga pelaku UMKM memahami dan dimudahkan untuk mengakses KUR dengan jaminan.

“Kalau ini dimaksimalkan saya yakin pasti membaik,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close