Trending

RI peringkat 97 dari 100 negara teraman Covid-19, Fadli Zon auto komen

Berdasarkan penelitian dari Deep Knowledge Group terkait negara teraman dalam melawan pandemi Covid-19, Indonesia berada di posisi buncit, yakni hanya berada di urutan 97 dari 100 negara.

Menanggapi pencapaian buruk tersebut, Anggota DPR RI fraksi Gerindra, Fadli Zon mengaku cemas dan langsung memperingati Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Wajar rupiah ngamuk jadi Rp13 ribu, pemerintah utang besar-besaran

Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @Fadlizon, Fadli mencuit dengan menandai akun Jokowi. Dirinya meminta agar Jokowi segera bertindak. Selain itu, ia pun mengaku cemas dan menganggap pemerintah Indonesia tak mampu menangani virus mematikan ini.

“Pak @jokowi dari 100 Negara paling aman Covid-19, Indonesia ada di No. 97. Ini sungguh mencemaskan, artinya kita tak dianggap mampu menangani Covid-19,” cuitnya pada 9 Juni 2020.

Cuitan Fadli Zon terkait peringkat buruk Indonesia. Foto: Twitter @Fadlizon

DilaData pada laporan ini didasarkan pada 130 parameter dalam menentukan negara teraman dalam melawan pandemi Covid-19, termasuk Indonesia, baik secara kuantitatif maupun kualitatif di lebih dari 11.400 unit data seperti pemantauan, deketksi, kesiapan fasilitas kesehatan, keefektifan karantina yang diberlakukan pemerintah, serta efisiensi sejumlah kebijakan pemerintah.

Hasilnya, Swiss dinilai menjadi negara paling aman sedunia dari serangan Covid-19 dengan skor 752, lalu disusul Jerman dengan skor 749 dan hanya selisih satu poin dari Israel yang berada di bawahnya dengan skor 748.

Jauh di bawah itu, Indonesia hanya mampu berada di urutan 97 dari 100 negara dengan perolehan poin 450. Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, Singapura berada di peringkat keempat, Vietnam berada di urutan 20 dan Malaysia di urutan ke-30.

Alat pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19. Foto: Antara
Alat pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19. Foto: Antara

Secara keseluruhan data tersebut, Indonesia hanya berada di atas lebih baik dari Kamboja yang berada di peringkat 98 dan Laos dengan skor 99.

Kendati demikian, penelitian ini bukan rujukan dari lembaga resmi dunia dalam hal ini WHO, melainkan hanya hasil dari suatu organisasi nirlaba atau LSM dengan kriteria penelitian yang mereka sesuaikan sendiri.

Deep Knowledge Group merupakan sebuah konsorsium perusahaan dan organisasi nirlaba yang baru didirikan pada tahun 2014 di Hong Kong. Dengan kata lain, pihak ini hanya sebuah perusahaan investasi. (hsp)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close