Fit

Ribetnya mau jadi istri TNI, syaratnya berjubel, sampai tes keperawanan

Sebagian wanita mungkin menganggap, pria yang berprofesi sebagai prajurit TNI merupakan sosok suami idaman. Kendati indah dalam bayangan, namun untuk menjadi istri mereka sejatinya tak mudah. Sebab, ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi.

Saat sudah menikah, istri para prajurit TNI itu bakal tergabung dalam organisasi bernama Persatuan Istri Tentara atau Persit Kartika Chandra Kirana untuk TNI AD, Persit Pia Ardhya Garini untuk TNI AU, dan Persit Jalasenastri untuk TNI AL.

Baca juga: Penasaran berapa gaji TNI dari Kopral sampai Jenderal, ini daftarnya

Selain mendampingi sang suami, sebagai bagian dari keluarga angkatan, mereka juga bertugas untuk mengamalkan sapta marga TNI. Salah satunya, membela ideologi bangsa.

Ilustrasi TNI AD. Foto: Instagram TNI AD.
Ilustrasi TNI AD. Foto: Instagram TNI AD.

Seperti yang telah disinggung di awal, sebelum menjadi pendamping hidup prajurit TNI, ada serangkaian tes yang harus dijalani. Selain itu, calon istri juga harus memenuhi 16 syarat wajib. Lantas, apa saja? Berikut kami hadirkan daftar lengkapnya, dikutip dari Tribun, Jumat 3 Juli 2020.

1. Surat permohonan izin menikah. Surat ini harus diurus calon suami sebagai anggota TNI yang ditandatangani komandan kompi. Surat ini harus diperbanyak sebanyak sepuluh lembar.

2. Surat kesanggupan calon istri. Surat ini harus ditandatangani calon istri serta diberi materai 6.000 dan diketahui aparat desa setempat.

3. Surat persetujuan orang tua atau wali calon istri yang ditandatangani oleh orang tua. Surat ini juga harus diketahui aparat desa domisili orang tua atau wali calon istri.

4. Surat keterangan belum menikah. Surat ini diketahui aparat desa setempat atau KUA setempat.

5. Surat keterangan menetap orang tua dan orang tua calon istri. Surat ini diketahui oleh aparat desa dari domisili orang tua atau wali.

6. Surat bentuk sampul D. Surat ini bisa didapatkan dari kodim atau koramil di domisili calon istri dan orang tua. Surat ini ditujukan untuk Komandan Kodim, Pasi Intel, Pasi Ter, dan Danramil. Surat ini diperlukan untuk mencari tahu apakah calon istri atau calon mertua pernah mengikuti gerakan atau organisasi yag melanggar NKRI.

7. Dokumen N1 untuk menyatakan surat akan menikah yang ditandatangani orangtua dan istri serta diketahui oleh aparat desa.

8. Dokumen N2 untuk menyatakan asal–usul calon istri dan orangtua yang diketahui aparat desa setempat.

9. Dokumen N4 untuk menyatakan keterangan tentang orangtua calon istri yang diketahui oleh aparat desa setempat.

10. Surat Pernyataan dari calon istri dan calon suami yang diketahui aparat desa setempat.

11. SKCK calon istri dan kedua orang tua.

12. Ijazah pendidikan terakhir calon istri.

13. Akta kelahiran calon suami dan calon istri.

14. Fotokopi KTP calon istri dan kedua orang tua calon istri.

15. Pas foto gandeng 6×9 menggunakan pakaian PDH dan Persit tanpa lencana berlatar biru sebanyak 12 lembar.

16. Pas foto calon istri 4×6 menggunakan pakaian Persit sebanyak lima lembar.

Tahap lanjutan

Jika kalian berpikir pernikahan bisa diselenggarakan setelah sang wanita memenuhi 16 syarat di atas, maka kalian salah besar. Sebab, ada beberapa tahap lanjutan yang sama pentingnya. Bahkan, yang ini terbilang lebih rumit.

Pemeriksaan Penelitian Khusus (Litsus)

Pada tahap ini, calon istri bakal diuji mengenai kemampuan umum di bidang kenegaraan serta pandangan tentang organisasi ilegal yang mengancam NKRI.

Pemeriksaan Kesehatan (Rikes)

Di tahap kedua ini, baik calon istri dan suami, tubuhnya bakal dicek secara menyeluruh atau medical checkup. Tujuan untuk memastikan, bahwa keduanya dalam kondisi sehat.

Pembinaan Mental (Bintal)

Kedua calon mempelai akan menghadap ke Disbintal TNI untuk mendapatkan pembinaan sebelum menikah. Mereka akan diberikan sejumlah pertanyaan soal kepribadian masing-masing hingga diuji pengetahuan agamanya.

TNI dan Istri. Foto: Youtube TNI AD
TNI dan Istri. Foto: Youtube TNI AD

Selain itu, mereka juga bakal dibekali nasehat yang berkaitan dengan tips membina rumah tangga.

Menghadap ke Pejabat Kesatuan

Setelah semua tes dijalani, keduanya harus melaporkan hal tersebut ke pejabat kesatuan tempat calon suami bekerja.

Menikah Secara Catatan Sipil

Barulah ketika seluruh syaratnya terpenuhi, keduanya bisa menikah secara catatan sipil.

Desas-desus mengenai tes keperawanan

Berdasarkan laporan yang sama, ada desas-desus yang mengatakan, bahwa calon istri TNI diharuskan masih perawan. Bahkan, di tahap Rikes atau pemeriksaan kesehatan, mereka harus melalui sederet pengecekan keperawanan. Ada yang benar-benar sampai diuji, namun tak sedikit juga yang hanya sekadar ditanya-tanya.

Hingga saat ini, kebenaran mengenai hal tersebut masih dipertanyakan. Lantas menurut kalian, perlu dan pantaskah praktik sejenis dilakukan? (re2)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close