Trending

Mensos Risma ngamuk lagi: Kamu jangan fitnah aku!!! Ternyata masalahnya ini lho

Menteri Sosial Tri Rismaharini ngamuk lagi terkait dugaan oknum kepala desa di Lombok Timur yang jadi pemasuk komoditas bantuan sosial. Mensos Risma berdebat keras dengan pendemo yang protes kenapa bisa kepala desa bisa menjadi pemasok barang bansos. Dalam debat tersebut, Mensos seperti biasanya bicara dengan keras dan lantang.

Mensos Risma debat keras dengan pendemo yang menyoal oknum kepala desa yang jadi penyuplai bahan komoditas untuk bansos. Mensos Risma kembali jadi perhatian lantaran ngamuk dan debat keras pendemo di Lombok Timur.

Mensos Risma ngamuk nantang pendemo

Jadi dalam kunjungan kerja di daerah itu, Risma disambut pendemo. Mantan Wali Kota Surabaya ini langsung ngajak dialog apa masalahnya. Lantaran pendemo memaksa berdialog dan bicara keras, akhirnya menyebabkan kerumunan dan situasi tegang.

Mensos Tri Rismaharini
Mensos Tri Rismaharini. Foto Instagram Tri Rismaharini

Awalnya pendemo berteriak keras ke arah Risma, menuntut supaya Kemensos perbaiki data untuk penyuplai bahan untuk bansos, sebab ada oknum kepala desa jadi penyuplai lho.

“Perbaiki data Kemensos, copot itu kepala desa!!!” teriak pendemo.

Risma kemudian ajak dialog dan debat pendemo yang terus menerus lantang keras berteriak. Petugas merangsek.

“Ini tempat suplier Bu. Kami akan berdialog, ini (kepala desa) tempat supliernya. Salah satu supliernya ada di sini, ada apa ini? Kami pertanyakan datanya,” protes pendemo.

Selanjutnya Risma meladeni dan debat pokok masalah dengan pendemo yang terus menerus berteriak.

“Kamu jangan fitnah aku ya! Sebentar dengerin!!!. Saya tidak akan ke sini kalau nggak ada niat baik selesaikan masalah, ngapain saya ke sini. Kedua, saya tidak tahu suplier atau tidak, saya ini menteri tidak urusi hal ini,” kata Risma ngamuk dengan kencang awalnya.

Kemudian Risma menjanjikan akan memperjuangkan keluhan oknum kepala desa kok jadi suplier.

“Kamu kan butuh dimasukkan datanya, kalau Anda mau diperjuangkan silakan! Data saya terima, saya tunggu,” kata Risma menyudahi debat.

Pendemo pun menyambut baik ajaran Risma untuk menyetorkan data yang diprotes tersebut.

Usai debat, Risma mengatakan urusan suplier memang bukan urusannya sebagai menteri. Yang ngurusi itu adalah pihak perbankan.

“Aku nggak tahu di lapangan seperti itu, kalau dia lapor ya saya akan cek. Kan aku baru tahunya sekarang, suplier yang milih itu bank,” kata Risma.

Risma kunjungan ke Lombok Timur

Dalam rangkaian kunjungan hari ini, Mensos juga menyalurkan bantuan untuk penyandang disabilitas, anak yatim, dan yatim piatu, serta untuk lansia. Jenis bantuan di antaranya bantuan aksesibilitas, bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), bantuan nutrisi dan vitamin, dan bantuan kewirausahaan. 

Mensos Risma di Lombok Timur
Mensos Risma di Lombok Timur. Foto Kemensos RI

Bantuan mencakup 385 orang dengan nilai total lebih dari Rp700 juta. “Dengan bantuan ini diharapkan membantu kelompok marjinal mencapai kemandirian ekonomi dan pada gilirannya mempercepat penanganan kemiskinan di sebagian wilayah NTB,” kata Mensos di sela-sela kunjungan dikutip dari laman Kemensos.

Secara lebih rinci, di Lombok Timur bantuan diserahkan kepada 229 penerima manfaat dengan nilai Rp493.150.000. Khusus untuk peserta PKH Graduasi sebanyak 5 orang, masing-masing diberikan bantuan Rp2.500.000. 
Bantuan diberikan dalam bentuk paket sembako, mesin penggiling tepung dan kopi, alat pengukus tempe, 150 kg bahan baku tempe dan kulkas.

Bantuan di Kota Mataram secara simbolis akan diberikan Mensos kepada 153 penerima manfaat di Balai Paramitha dengan nilai Rp242.479.000. Di tempat ini, Mensos sekaligus akan meresmikan Sentra Kreasi Atensi (SKA).

“SKA merupakan salah satu pilar penting dalam strategi penanganan kemiskinan yang dilaksanakan Kemensos, selain melalui instrumen  bansos,” kata Mensos.

Melalui SKA, Kemensos memperkuat kemampuan vokasional dan kewirausahaan sosial kelompok termiskin/termarjinal/terlantar (extreme poverty). Di sini, mereka juga dihubungkan dengan jejaring ekonomi agar hasil karya mereka mendapatkan pembeli potensial. SKA menyiapkan lapangan pekerjaan, meningkatkan kemandirian sosial ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan sosial. SKA juga menyajikan tempat perbelanjaan dan rekreasi dalam suatu kawasan. 

Selain penyaluran bantuan, Mensos juga memimpikan kegiatan evaluasi mekanisme penyaluran bansos dan pemadanan data Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close