News

Risma sujud lagi, Pakar: Dia bukan lebay, tapi alami penderitaan mental

Risma sujud di kaki dokter, apa makna di balik aksinya dan bagaimana fenomena ini dilihat dari sudut pandang pakar gestur?

Pada acara audiensi Wali Kota Surabaya bersama Ikatan Dokter Indonesia, Risma tanpa disangka-sangka bersujud sambil menangis. Hal ini dilakukannya lantaran mendengar penjelasan salah seorang dokter dari RSUD dr Soetomo terkait kondisi rumah sakit yang overload.

Alhasil, banyak pasien Covid-19 yang tidak tertampung dan berakhir meninggal dunia.

Baca Juga: Risma sujud di kaki dokter, netizen: Drama banget, pencitraannya total

Wali kota Srabaya, Risma bersujud di kaki dokter
Wali kota Srabaya, Risma bersujud di kaki dokter Foto: Tribun

Menanggapi sujud Risma tersebut, seorang pakar gestur dan analisis perilaku, Handoko Gani, disitat Detik, membeberkan makna dari tindakan Risma. Handoko menyebut bahwa aksi Risma merupakan ekspresi dari penderitaan mental.

β€œIni sudah level agony. Sedih tertinggi dipicu mental suffering (penderitaan mental) , ketidakberdayaan, dan kekecewaan. Bukan lebay. Lebay tidak bisa menunjukkan emosi agony,” ujarnya.

Handoko Gani Sendiri sering mendapat julukan sebagai human lie detector atau manusia pendeteksi kebohongan. Ia juga menjadi salah satu orang yang memiliki otoritas untuk menggunakan alat Layered Voice Analysis (LVA).

Melalui analisisnya, Handoko mengungkapkan bahwa para pemain film saja belum tentu bisa meniru ekspresi yang ditunjukkan oleh Risma.

Menurut Handoko, aksi sujud Risma disebabkan oleh banyaknya emosi yang bercampur baur dan membuatnya menderita. Ia juga tidak setuju jika tindakan Risma dikatakan berlebihan.  β€œAgony ini dikarenakan orang betul-betul dalam kondisi tertekan, ketidakberdayaan, kemarahan, kesedihan, kecewa jadi satu,” tuturnya.

Tri Rismaharini saat bertemu presiden Erdogan
Tri Rismaharini saat bertemu presiden Erdogan Foto: Bangga Surabaya

Kini, Surabaya menjadi salah satu daerah dengan penyumbang angka pasien Covid-19 terbanyak di Indonesia. Hal inilah yang disinyalir membuat Risma menderita dan tertekan selama beberapa bulan belakangan.

Apalagi, Risma sebelumnya juga sempat mengamuk lantaran mobil PCR yang hendak digunakan untuk pemeriksaan Covid-19 malah tidak jadi datang.

Tidak hanya pakar yang ikut berkomentar, namun netizen juga. Banyak dari mereka yang prihatin dan sedih melihat aksi sujud Risma di kaki dokter. Kendati bukan warga Surabaya, netizen mengaku merasa bersimpati.

Ini bukan kali pertama Risma melakukan aksi sujud. Sebelumnya, ia juga pernah bersujud di hadapan takmir masjid saat peristiwa pengeboman Surabaya pada 2018 lalu.

Selain itu, Risma pernah bersujud saat menerima bantuan dari PT Astra karena telah membuka kesempatan magang kepada anak-anak putus sekolah di Surabaya. (re2)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close