Fit

Riwayat Omas pernah diabetes dan paru, ini bahayanya jika idap sekaligus

Komedian betawi Omaswati atau yang dikenal dengan Omas meninggal dunia pada Kamis 16 Juli 2020. Kabar duka tersebut dibenarkan oleh beberapa rekan Omas sesama komedian di antaranya Daus Mini, dan Dorce Gamalama, sumber informasi juga disebut berasal dari dari adik Omaswati yakni Mastur.

“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Berita duka cita datang dari sahabat kita dari teman kita yaitu Hj Omas Wati baru saja meninggal dunia,” ujar pesan yang disebar ke awak media pada Kamis malam 16 Juli 2020.

Baca juga: Ikut lenong sejak 7 tahun, Ini yang dikhawatirkan Omas sebelum meninggal

Dilansir dari liputan 6, Omas dikabarkan meninggal dunia karena memiliki riwayat diabetes dan paru-paru.

Hal itu diungkapkan Nani, asisten pelawak Mandra yang merupakan kakak kandung Omas. Ia mengatakan bahwa almarhumah memang sudah lama mengalami gangguan kesehatan.

“Iya benar (meninggal dunia), karena penyakit gula,” kata Nani saat dikonfirmasi.

Omaswati
Omaswati Photo: Istimewa

Sementara menurut sang adik, pelawak Mastur Omas sempat menderita gangguan pada paru-paru.

“Iya betul (meninggal), sakit sih sudah lama ya, kata dokter sih paru-paru,” jelas Mastur melalui sambungan telepon.

Jika seseorang idap TBC dan Diabetes sekaligus

Pelawak Omas disebutkan mengidap diabetes dan paru-paru sekaligus. Meski tidak dijelaskan lebih dalam tentang penyakit paru-paru apa yang diderita namun dalam medis, pasien yang mengidap TBC dan Dianetes sekaligus ternyata sangat berbahaya dan mengancam jiwa.

Diabetes melitus dan tuberkulosis (TBC) merupakan dua penyakit berbeda, namun keduanya disebut saling berhubungan.

Dilansir laman Hellosehat, Dilihat sekilas, diabetes dan TBC sama sekali berbeda. Baik dari sifat penyakitnya, penyebab, dan gejalanya. Namun, memiliki salah satu penyakit ini dapat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit satunya.

Pada orang yang punya diabetes, misalnya. Diabetes adalah kondisi yang melemahkan sistem imun. Semakin tinggi kadar gula darah orang tersebut maka sistem imun tubuhnya semakin lemah. Ini dapat membuat Anda lebih rentan terserang infeksi.

Omaswati
Omaswati Phtoto: Insertlive

Infeksi tuberkulosis sebenarnya termasuk menjadi salah satu komplikasi diabetes yang terselubung. Penderita diabetes bahkan dilaporkan berisiko tiga kali lipat untuk terinfeksi TBC yang lebih parah daripada orang lainnya.

Hal ini disebabkan karena diabetes menyebabkan penurunan sitokin Th-1 yang berperan penting mengontrol dan menghambat perkembangan bakteri penyebab TBC, yaitu Mycobacterium tuberculosis bacilli.

Sebaliknya pun demikian. Pengidap TBC aktif cenderung mengalami peningkatan kadar gula darah yang tinggi, terutama jika infeksi tersebut tidak diobati dengan baik. Hal ini telah dibuktikan dalam riset Baghael, et al.

Studi tersebut melaporkan sekitar 16,5-49 persen pengidap TB aktif mengalami intoleransi glukosa. Dari riset itu juga ditemukan bahwa sebanyak 56,6 persen dari orang tersebut kembali memiliki kadar gula darah normal setelah mendapat pengobatan TB rutin.

Orang yang mengidap TBC bahkan berisiko tinggi untuk meninggal akibat kekambuhan dan keparahan infeksinya jika ia juga menderita diabetes.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close