Trending

Rizal Ramli: Angka korban corona di RI lebih besar dari yang diumumkan

Pakar ekonomi Rizal Ramli mengaku tak habis pikir dengan kebijakan pemerintah menekan korban corona di RI. Belum lama ini Pemerintah mengaku akan memberikan insentif bagi dunia pariwisata. Salah satunya tiket pesawat murah, hotel murah, dan sebagainya.

Atas hal ini Rizal Ramli mengatakan kalau Pemerintah sudah ngawur dengan kebijakan yang dibuat. Justru jauh dari upaya menekan korban corona di RI. Rizal membaca ini memang upaya offensif dari Pemerintah untuk mendorong perekonomian di tengah merebaknya kasus virus corona.

“Itu offensif, tapi superngawur. Karena justru negara lain membatasi turis dari negara-negara yang bermasalah. Semua negara mengurangi turis, bukan (RI) malah kasih insentif,” katanya seperti disitat TvOne, Rabu 11 Maret 2020.

Baca Juga: Teddy mulai ngotot dapatkan warisan Lina, kini gandeng 10 pengacara

“Ini kok malah mau subsidi airlines, mau subsidi macem-macem, itu salah kaprah, lebih baik subsidinya diberikan untuk memompa sisi produktivitas rakyat,” kata Rizal Ramli lagi.

Kata Rizal Ramli, belakangan banyak negara yang memilih menutup akses bagi turis untuk datang. Seperti Italia salah satunya, lalu Arab Saudi, bahkan sebentar lagi sebagian negara bagian di Amerika Serikat juga mau menutup pintu akses bagi turis terkait corona.

“Nah ini kita malah mau mensubsidi turis, dan kenyataannya juga airlines luar negeri juga sudah mengurangi jadwalnya. Saya dalam sebulan terakhir sudah beberapa kali ke airport. Yang domestik berkurang sedikit, yang internasional memang yang berkurang berat. Dan itu bagus, supaya penyebaran korban corona di RI tidak begitu meningkat.”

Terkait penanganan pencegahan, dia akui tak mengerti soal corona. Namun dari sumber informasi yang acap didapat, jelas sekali kalau sistem monitoring dan screening terhadap kasus ini belum betul-betul efektif.

Mungkin, kata dia, ini berkaitan dengan peralatan dan kecanggihan sistem yang dimiliki. “Dugaan saya sih angkanya (korban positif corona) lebih besar, dari apa yang diumumkan,” kata dia.

Peluang Indonesia

Di sisi lain, Rizal Ramli juga turut membaca peluang yang bisa dipetik dari Indonesia dari merebaknya korban corona di RI. Kata dia, ekonomi di Indonesia memang sudah mengalami kemerosotan sejak beberapa waktu terakhir. Semua indikator makro merosot, lebih rendah dari 10 atau 15 tahun yang lalu.

Daya beli juga dinilai terpukul, dan gagal bayar sangat besar. Ini menggambarkan ekonomi Indonesia tanpa corona saja sudah akan anjlok sekitar empat persen per tahunnya. Tetapi dengan adanya efek corona, dia justru mengatakan seharusnya bisa berkurang sekitar menjadi tiga persen.

“Nah tetapi, kami ingin mengatakan kita tidak selalu harus defensif. Kita justru harus offensif. Karena dengan adanya corona ini, misalnya impor buah-buahan, sayur-sayuran, dari negara seperti Tiongkok, itu akan jauh berkurang.”

“Ini jadi kesempatan kita untuk memacu peningkatan supply produksi dalam negeri untuk bisa menghasilkan bawang, bawang putih, buah-buahan, sayur-sayuran, kan tiga bulan sudah langsung panen, jadi kalau corona ini efeknya bisa panjang, enam bulan misalnya, itu bisa dua kali panen, nah dalam dua kali panen itu, petani kita ada kerjaan, tetap ada buah-buah dan sayuran, bahkan bisa kita jadi eksportir, termasuk spare parts dan komponen.”

Baca Juga: Jakarta dikocok gempa Selasa sore, BNPB: Terasa 20 detik

Dia membaca, atas kasus corona ini banyak sekali negara-negara yang membutuhkan banyak komponen dan spare parts, dan itu menjadi peluang bagi Indonesia. Di Italia misalnya, saat ini mereka menghadapi kesulitan akan pasokan komponen dan spare parts.

“Nah Indonesia itu parts and komponennya kuat sekali, salah satu terbesar, kalau kita tingkatan produktivitas dan outputnya, bisa jadi pemasok ke Jepang, ke negara-negara lain.”

Lagi-lagi Rizal Ramli menilai reaksi pemerintah saat ini tidak pernah komprehensif, termasuk menekan korban corona di RI. Dia justru melihat banyak ngawurnya. Sebagai contoh dengan rencana mau menyewa buzzer.

“Macam-macam lah yang kagak-kagak. Padahal setiap crisis itu opportunity, ini kesempatan untuk memanfaatkan kapasitas domestik kita, supaya ekonomi kita lebih kokoh, sekaligus menciptakan bantalan dan lapangan kerja untuk rakyat dan bangsa kita” katanya lagi.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close