Trending

Rocky: Bayangkan, Buya Syafii yang pendukung Jokowi saja akhirnya…

Beberapa waktu belakangan tokoh Muhammadiyah, Muhammad Syafii Maarif atau Buya Syafii menyampaikan keluhannya seputar penanganan covid-19 di Indonesia.

Dia meminta agar Presiden Jokowi lebih mementingkan kesehatan masyarakatnya, ketimbang pemulihan ekonomi.

Baca juga: Pensiunan jenderal bintang tiga protes, rapid test sengsarakan rakyat!

Akademisi Rocky Gerung kemudian menanggapi keluhan dari Buya Syafii. Menurutnya, keluhan yang disampaikan Buya Syafii adalah benar adanya.

Rocky kemudian membandingkan Buya Syafii dengan orang terkaya di RI, Budi Hartono yang juga turut menyampaikan pesan kepada Jokowi. Berbeda dengan Buya Syafii, bos Djarum itu justru menginginkan agar orang nomor satu di negeri ini injak gas untuk tetap melaju mengejar ekonomi.

Atas hal ini, Rocky Gerung kemudian menilai, apa yang disampaikan Buya Syafii ibarat sebuah suara di dalam hutan.

“Suara Buya itu ibarat suara dari dalam hutan yang sebetulnya suara yang benar itu. Karena Buya dia melakukan refleksi, dia melakukan kontemplasi panjang lebar,” kata Rocky Gerung dikutip dari Chanel YouTube-nya, Selasa 15 September 2020.

Rocky mengatakan, saat ini memang ada dua permintaan yang masuk ke meja Presiden. Satu dari Buya Syafii, dan satunya dari bos Djarum, Budi Hartono.

Gegara corona Presiden Jokowi kerap marah. Foto: @jokowi
Gegara corona Presiden Jokowi kerap marah. Foto: @jokowi

Jika Buya meminta utamakan kesehatan, maka bos Djarum meminta agara utamakan ekonomi dengan tidak melakukan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB).

“Saya bayangkan misalnya waktu dua surat itu tiba di meja Presiden, WhatsApp-nya Buya dan bocoran surat Budi Hartino, lalu Presiden oleng. Buya Syafii menginginkan menyelamatkan nyawa, Budi Hartono inginkan menyelamatkan ekononomi.”

“Jadi dalam keadaan itu, seharusnya presiden memilih sendiri di kamarnya, supaya dia bisa meluruskan hatinya itu pilih siapa. Tapi karena dia oleng, sudah berminggu-minggu memutuskan pilih ekonomi atau kesahatan yang enggak bisa dia putuskan. Pasti dikumpulin lagi menteri-menterinya itu,” kata Rocky disitat Fajar.

Selamat datang Buya

Rocky kemudian bilang, apa yang disampaikan Buya merupakan hasil dari kontemplasinya, meskipun tidak direspon Istana.

“Bayangkan Buya yang pendukung Jokowi akhirnya tiba pada memulihkan sendri akal sehatnya, sehingga nekat unutk memimta Presiden melalui WhatsApp-nya,” kata Rocky lagi.

Rocky menilai, apa yang diinginkan oleh Budi Hartono merupakan hasil koordinasi secara diam-diam dengan kabinet Jokowi.

Rocky Gerung. Foto: IG Rocky Gerung.
Rocky Gerung. Foto: IG Rocky Gerung.

“Kan enggak mungkin Budi Hartono punya data sebagus itu, atau akses yang dia yakin bahwa suratnya akan tiba di meja Presiden,” tutur Rocky.

Rocky menjelaskan bahwa Politik di Istana itu pertentangan antara para akumulator dan para moralis. Sehingga Rocky mendukung dan berikan apresiasi kepada Buya Syafii.

“Saya beri semangat lagi untuk Buya, karena memang butuh waktu untuk mengendapkan apa yang disebut moral inperatif. Jadi selamat datang kembali untuk Buya Maarif di komunitas akal sehat,” ujarnya.

Sedih dokter terus berguguran

Buya Syafii sendiri sebelumnya mengaku sedih mendengar 115 dokter dan tenaga medis meninggal dunia. Atas dasar itu dia kemudian bersikap.

“Sebagai salah seorang yang tertua di negeri ini, batin saya menjerit dan goncang membaca berita kematian para dokter yang sudah berada pada angka 115 pagi ini plus tenaga medis yang juga wafat dalam jumlah besar pula,” kata Buya.

Mantan Ketua Umum Muhammadiyah ini meminta Presiden Jokowi agar memerintahkan Menteri Kesehatan untuk berbuat semaksimal mungkin.

“Pak Presiden mohon diperintahkan keada menteri kesehatan dan jajarannya untuk berupaya semaksimal mungkin menolong nyawa para dokter ini,” kata Buya Syafii.

Di menilai, jika angka kematian dokter terus bertambah, maka negara ini bisa hilang harapan. Sebab hanya dokter dan tim medis yang bisa diandalkan saat ini.

Topik

3 Komentar

  1. RG bisanya CUMA MAIN omong sj. Mana mungkin menghadapi wabah HANYA fokus protokol medis belaka. Memangnya nau jerumuskan bangsa ke juang kehancuran? Dua2nya mesti jalan beriringan. Tunjukkan contoh negara lain yg CIMA fokus Protokol medis lalu berhasil!

  2. Ekonomi dan kesehatan sama sama.sangat penting. SISTEM DAN protocol SOP.Covid18 sdh disiapkan pemerintah, yg.blm.maksimal adalah kepastian hukum dan penegakan hukum di.lapangan. Jangan lagi pakainkata Himbau Harap Mohon Semoga. Tapi SOP C19 Harus !!!! Jika perlu MUI kekuarkan fatwa Haram keluyuran di tempat umum tanpa.masker.

  3. RG hanya memanfaatkan situasi utk menggoreng goreng , apa yg di katakan pak Buya , sedsngkan Pak Jokowi sdh memberi steatmen bhwa kesehatan , keselata rakyaknya yg di utamakan , RG MEMANFAATKAN SITUASI UTK CARI SIMPATI PUBLIK , MUMPUNG YG BICARA TOKOH YG POPULER DI NEGRI INI ..Mmemang bisanya cuma begitu bikin gaduh mulu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close