Trending

RG pidato pakai peci, PKPI: Banyak yang berpakaian Arab tapi barbar

Baru-baru ini, foto Rocky Gerung sedang berpidato di mimbar ramai diperbincangkan publik. Sebab, Rocky mengenakan pakaian layaknya umat muslim, yakni ber-peci dengan syal menyerupai sarung yang disampirkan di sekitar leher.

Terkait hal itu, Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi turut mengomentarinya. Kata dia, peci serta syal yang dikenakan Rocky Gerung sejatinya hanya aksesori tradisional. Sehingga, dengan berpakaian seperti itu, dia tak lantas disebut sebagai muslim.

Baca juga: Sebut Jokowi kuper, Rocky Gerung: Teman dekat dia tinggal influencer

“Rocky Gerung mengenakan kopiah, bukan berarti dia Islam. Itu aksesori tradisional saja. Begitupun mereka yang menggunakan gamis, itu bukan pakaian Islam, tapi pakaian tradisional Arab,” tulisnya melalui akun Twitter pribadinya, dinukil Senin 7 September 2020.

Rocky Gerung pakai peci. Foto: Twitter

Teddy juga mengingatkan, kita tak bisa menilai seseorang melalui pakaian yang dikenakan. Sebab, kata dia, pakaian terkadang mengecoh pandangan seseorang. Bisa jadi dari luar mereka terlihat islami. Namun ternyata, kelakukannya justru barbar dan tidak sesuai penampilannya.

“Banyak yang berpakaian tradisional Arab tapi kelakuan barbar kan? Itu bukan Islam walau suka mengaku Islam,” tegasnya.

Diketahui, foto yang menyita perhatian publik itu diambil saat Rocky Gerung berpidato di acara wisuda Universitas Islam Negeri atau UIN Banten. Pada kesempatan yang sama, ahli filsafat itu juga memberikan kuliah umum terhadap civitas akademika di sana. Setidaknya, hal itu yang ia akui melalui saluran Youtube pribadinya.

“Bayangkan, rektor menawarkan saya, kalau tidak keberatan ada peci. Saya bilang oke, saya mau pakai peci itu karena itu memang bentuk kultur di sana,” paparnya.

Adapun syal yang dikenakan Rocky disebut bukan simbol agama tertentu, melainkan tanda kebudayaan masyarakat di Badui.

“Lalu ditambahkan lagi, kami mau kalungkan semacam syal, tapi itu bukan agama, ini adalah tanda kebudayaan Badui. Saya bilang oke. Yang saya pakai itu etnis Badui yang bikin selendang itu,” kata dia.

Agama Rocky disebut tak jelas

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika atau Menkominfo bidang Hukum, Henry Subiakto sempat menyentil kepercayaan Rocky melalui akun Twitter pribadinya. Kata dia, agama Rocky tidak jelas namun disukai kelompok Islam intoleran lantaran sama-sama membenci pemerintah.

“Diakui atau tidak, Rocky Gerung itu minimal punya dua manfaat, satu dia berhasil membuat kelompok Islam yang dinilai intoleran ternyata bisa menerima orang yang agamanya enggak jelas hanya karena sama-sama pengecam pemerintah,” cuitnya.

“Kedua, dia bisa membuat media sosial saya bertambah follower-nya. Alhamdulillah,” sambungnya.

Filsuf UI Rocky Gerung
Filsuf UI Rocky Gerung Foto: Antara

Lebih jauh, menurut Henry, keberadaan Rocky di Indonesia merupakan bukti bahwa negara masih menjunjung tinggi nilai demokrasi. Sebab jika tidak, mana mungkin dia bisa bicara ‘seenaknya’ di sejumlah media?

“Rocky Gerung dan orang-orang seperti dia ada dan bisa bicara apa saja di media. Itu merupakan bukti tak terbantahkan bahwa Indonesia dan pimpinan negeri ini (presiden) menghormati demokrasi. Jadi yang gak suka RG tolong jangan anggap dia tak ada gunanya. Ada, sampai saya saja mau melayani,” kata dia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close