Trending

Pantas Rocky Gerung terus negatif ke rezim Jokowi, ini barang bagus bro!

Rocky Gerung dikenal sebagai oposan pemerintahan Jokowi. Nah ada yang protes dan khawatir, kenapa sih Rocky Gerung dan Hersubeno Arief kok terus memandang negatif rezim Jokowi ini. Nah atas protes itu, Rocky Gerung menjawab blak-blakan lho.

Pengamat politik Rocky Gerung mengaku saja memang dia dan jaringannya bertugas untuk membahas hal negatif dari rezim Jokowi kok. Namun tujuannya mulia dan baik lho, Rocky bilang begitu lho.

Rocky Gerung kok negatif terus ke Jokowi

Filsuf UI Rocky Gerung
Filsuf UI Rocky Gerung Foto: Antara

Youtuber Hersubeno Arief menyampaikan ada protes masuk kepadanya, kenapa sih bersama Rocky Gerung selalu memandang negatif pemerintah. Kan kalau konten Rocky Gerung terus menerus pandang negatif apa yang dilakukan pemerintah, efeknya anak muda itu jadi punya persepsi politik itu jahat dan ujungnya ogah berpolitik.

Nah menjawab keresahan itu, Rocky Gerung menjelaskan tujua mereka itu mulia lho dengan terus melihat negatif rezim Jokowi.

Rocky mengingatkan nilai dan spirit politik awal di masa Yunani.

“Jadi FNN (Forum News Network), kanal Hersubeno Point memahami politik itu barang bagus, itu kan ajaran politik awal di Athena Yunani kan. Kan ajarannya, hanya melalui politik bisa distribusikan kebaikan, kemakmuran, keadilan. Politik dasarnya baik, maka tugas kami adalah kembalikan politik jadi etis dan baik,” jelas Rocky dalam kanal Rocky Gerung Official, Jumat 23 Juli 2021.

Bahkan mantan pengajar di Universitas Indonesia itu dengan pemikiran mengembalikan politik menjadi sesuatu yang baik itulah, Rocky mesti mengkritsi rezim Jokowi. Rocky menegaskan akan terus memandang negatif rezim Jokowi.

“Kami terus negatif (ke rezim kekuasaan), sebagai upaya untuk memvaksin negeri ini dari orang jahat, dan singkirkan orang jahat dari politik. Makanya kita kasih kritik. Kalau kita dianggap sinis pada kekuasaan, memang tugas kita itu mesti sinis pada kekuasaan yang buruk,” ujarnya.

Rocky mengatakan sepakat dengan perkataan Ustaz Abdul Somad soal untuk ubah kekuasaan itu perlu perubahan. Tanda tangan pejabat itu sangat menentukan baik buruknya kehidupan rakyat.

“Tanda tangan kekuasan bisa datangkan kebaikan dan keburukan berlipat-lipat. Tanda tangan Presiden bisa hasilkan manfaat dan mudharat juga,” ujarnya.

Kritik penanganan Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden Jokowi. Foto: Antara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden Jokowi. Foto: Antara

 Rocky Gerung mengaku kecewa dengan penanganan Covid-19 di Indonesia. Itulah mengapa, dia menyarankan pergantian presiden untuk menata kembali sistem yang telah ada.

Diketahui, pemerintah pusat baru saja menetapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat di Jawa dan Bali hingga 20 Juli 2021 beberapa waktu lalu.

Rocky menilai, aturan tersebut sudah tepat demi memutus mata rantai penyebaran virus di kawasan terkait. Namun, dia mengingatkan, pembatasan sosial itu telah diusulkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sejak dua bulan lalu. Sayangnya, kala itu pemerintah menolaknya lantaran gengsi dan persaingan popularitas.

“Masa data Anies Baswedan lebih kuat daripada data istana. Kan ini ngaco, jadi tetap yang diusulkan Anies itu dianggap berbahaya karena soal tukar tambah popularitas,” ujar Rocky Gerung, dikutip dari Fajar, Senin 5 Juli 2021.

Rocky Gerung melihat, Istana masih menganggap Anies Baswedan sebagai pesaing. Itulah mengapa, usulan baik tersebut terus-terusan mereka tolak.

“Dia (pemerintah pusat) masih melihat background politik dalam berkomunikasi dengan publik, apalagi dengan Jakarta. Ini terus menerus dalam dua tahun ini Anies seolah dianggap sebagai pesaing,” tuturnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close