Trending

Kemenkes: RS hanya terima pasien Covid-19 kritis, gejala ringan isolasi mandiri di hotel

Angka pasien positif covid-19 kian melonjak. Hal itu memicu penuhnya rumah sakit rujukan covid-19. Terkait hal itu Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Prof. dr. Abdul Kadir mengatakan untuk mengindari penumpukan pasien saat ini Rumah Sakit hanya menerima pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala sedang dan berat.

Lebih lanjut Prof Abdul menyebut hal itu dilakukan untuk mengurangi beban rumah sakit yang saat ini sudah penuh di atas 70 persen di sembilan provinsi di Indonesia.

“Tidak semua pasien konfirmasi positif itu harus dirawat di rumah sakit, yang kita rawat itu hanya mereka yang bergejala klinis sedang, berat atau kritis,” kata Prof Abdul dalam Dialog FMB9, dilansir laman suara Jumat 22 Januari 2021.

Ambulans antre di RSD Wisma Atlet. Foto: Twitter
Ambulans antre di RSD Wisma Atlet. Foto: Twitter

Sementara itu bagi pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala cukup lakukan isolasi mandiri di rumah jika memungkinkan. Isolasi mandiri dilakukan tentunya dengan pengawasan puskesmas atau dokter terdekat.

Di sisi lain jika tidak memungkinkan lakukan isolasi mandiri, pasien bisa melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat agar dirujuk ke tempat isolasi terpusat seperti Wisma Atlet atau hotel-hotel yang ditunjuk pemerintah.

“Masyarakat kalau tidak ada gejala atau gejalanya sangat ringan, janganlah berlomba-lomba masuk ke rumah sakit, gejala ringan cukup ke puskesmas atau dokter terdekat,” tegasnya.

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat tingkat keterpakaian tempat tidur rumah sakit rujukan covid-19 di sembilan provinsi sudah mencapai di atas 70 persen.

Kesembilan provinsi tersebut antara lain; Banten (87,42 persen), DKI Jakarta (86,70 persen), DI.Yogyakarta (83,07 persen), Jawa Barat (77,89 persen), Sulawesi Tengah (74,39 persen), Jawa Timur (73,60 persen), Kalimantan Timur (72,10 persen), Jawa Tengah (72,10 persen), dan Lampung (70,29 persen).

Kemudian, ada 8 provinsi yang keterpakaian tempat tidur rumah sakit rujukan covid-19 nya juga terus meningkat di atas 50 persen.

Mereka antara lain Bali (66,67 persen), Sulawesi Selatan (66,43 persen), Sulawesi Barat (61,80 persen), Sulawesi Tenggara (61,51 persen), Kalimantan Selatan (61,39 persen), Sulawesi Utara (58,74 persen), NTT (52,44 persen), dan Kalimantan Tengah (51,82 persen).

Petugas kesehatan menggunakan APD. Foto: Antara
Petugas kesehatan menggunakan APD. Foto: Antara

Daftar hotel gratis untuk isolasi mandiri di DKI Jakarta

Sementara itu sebelumnya pemerintah telah menetapkan ada Pemprov DKI juga menyediakan 27 hotel yang dapat dijadikan tempat isolasi mandiri.

“Kita sediakan RS rujukan covid-19 di DKI sebanyak 101 RS dan ada 27 hotel untuk isolasi mandiri,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia.

Isolasi mandiri dapat dilakukan di 27 hotel yang menyediakan fasilitas isolasi. Isolasi mandiri di hotel ini dilakukan guna membatasi diri dari keluarga yang ada di rumah.

Berikut daftar 27 hotel yang menyediakan layanan isolasi mandiri:

Jakarta Pusat

Maxone Sabang
Oria Hotel
Red Planet Jakarta
Losari
Nite and Day Jakarta
Maxone Kramat Jakarta
Yello Hotel Harmoni Jakarta
Paragon Wahid Hasyim
U Stay Mangga Besar
Oasis Amir Hotel
Triniti hotel

Jakarta Barat

Max One Signature Glodok Jakarta
Royal Palm Cengkareng
Nite and Day Jakarta
Hotel Augusta
Favehotel LTC Glodok

Jakarta Utara

POP Hotel Kelapa Gading
Zia Sanno Pluit Jakarta

Jakarta Timur

Maxone Pemuda
Ibis Cawang
Balairung Hotel

Jakarta Selatan

Pomelotel Jakarta
Popi Hotel Tebet Jakarta
Sofyan Hotel
Hotel Kuretakeso Kemang
GP Mega Kuningan

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close