Trending

Ruhut klaim pamor Partai Demokrat turun usai dirinya keluar

Sejak beberapa tahun terakhir—terutama sejak 2014 hingga sekarang, elektabilitas Partai Demokrat mengalami sedikit penurunan. Bahkan, pemindahan kekuasaan dari Susilo Bambang Yudhoyono ke putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono tak terlalu berdampak besar. Lantas, apa pendapat Ruhut mengenai hal tersebut?

Diketahui, sebelum bergabung dengan PDIP, Ruhut Sitompul merupakan politisi Partai Demokrat yang kerap mengkritik kebijakan Presiden Jokowi. Namun, menjelang periode kedua masa jabatan, dia memutuskan merapat ke pemerintah.

Ruhut secara tak langsung membenarkan, pamor Partai Demokrat perlahan mulai menurun. Menariknya, Ruhut memastikan, keluarnya dia dari partai bernuansa biru tersebut merupakan salah satu penyebab utamanya.

“Partai Demokrat memang jadi rendah sejak aku tinggalkan, kasian deh,” tulisnya melalui akun media sosial resminya, dikutip Rabu 14 Juli 2021.

Lambang Partai Demokrat. Foto: Wikipedia
Lambang Partai Demokrat. Foto: Wikipedia

Meski secara hitung-hitungan tak sebesar satu dekade lalu, namun Partai Demokrat masih menempati urutan ketiga dengan nilai elektoral 14,8 persen. Setidaknya, hal tersebut yang belum lama ini disampaikan lembaga survei Akar Rumput Strategic Consulting atau ARSC kepada media.

Sementara partai yang saat ini dibela Ruhut, yakni PDIP menempati urutan pertama dengan raihan hampir 20 persen. Kenyataan tersebut yang akhirnya membuat dia percaya, bahwa kepindahannya ke partai berlogo banteng itu, mempengaruhi elektablitas Partai Demokrat.

“Siapa yang aku dukung (di Pilpres), dia pasti menang,” tegasnya.

Dulu di Demokar, Mengapa Ruhut kini dukung Jokowi?

Seperti yang telah disinggung di awal, sebelum bergabung dengan PDIP, Ruhut Sitompul selalu melempar kritikan, bahkan hinaan kepada Presiden Jokowi. Bahkan, pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014 lalu, dia sempat mengatakan, Indonesia akan berantakan seandainya dipimpin sosok tersebut.

Ruhut Sitompul. Foto: Instagram.
Ruhut Sitompul. Foto: Instagram.

Menariknya, belum lama ini Ruhut mengaku menyesal telah membenci Jokowi di masa lalu. Sebab, setelah bergabung dengan tim relawan Jokowi dan berbaur bersamanya, dia menjadi sadar, mantan Wali Kota Solo tersebut merupakan pribadi yang baik dan berhati emas.

“Kenapa aku mendukung Pak Joko Widodo (Jokowi) dari periode satu hingga dua? Sebagai relawan pejuang bravo bersama Luhut Binsar Pandjaitan, yang sebelumnya aku berseberangan dengan Pak Jokowi, yang suka ngerasain harus tahu beliau berhati emas,” tuturnya.

Lebih jauh, dia menyarankan, seandainya ada pihak-pihak yang gemar menghina Jokowi, sebaiknya hentikan. Sebab, jika nantinya mengenal langsung dan bertemu dengan Jokowi, mereka akan menyesali perbuatannya. Dia sendiri malu saat mengingat masa-masa sebagai penghina presiden.

“Nanti malu sendiri seperti aku dan tetap jaga etika serta sopan santun. Merdeka!” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close