Trending

4 Tahun menjabat, rumah DP 0 rupiah Anies cuma laku kurang dari 1 persen

Pegiat media sosial Denny Siregar mengkritik kinerja Anies Baswedan yang dinilai gagap bekerja. Bagaimana tidak, selama memimpin Jakarta, dia dinilai tak bisa mewujudkan banyak mimpi-mimpi kampanyenya. Salah satunya adalah rumah DP 0 persen yang kemudian diganti menjadi DP 0 rupiah.

Menurut Denny, melihat Anies memimpin Jakarta banyak lucunya. Sebab dari sana publik bisa melihat jika untuk memimpin sebuah wilayah, maka pemimpinnya harus bermodel eksekutor.

Eksekutor sendiri baginya adalah orang yang bisa mewujudkan apa yang ada dalam pemikiran menjadi sebuah barang jadi. Eksekutor ini datang dari praktisi yang juga piawai untuk melakukan kerja lapangan sehari-hari.

“Anies itu bukan tipe eksekutor, dia konseptor. Dia tak bisa mewujudkan apa yang ada di pikirannya menjadi barang jadi. Kalau dia sadar tak bisa jadi itu, seharusnya bisa lah cari anak buah dengan tipikal eksekutor di lapangan,” katanya di saluran Youtube 2045, dikutip Jumat 22 Oktober 2021.

Sebut saja seperti Jokowi yang mempercayakan urusan infrastruktur pada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Semua urusan infrastruktur, katanya, kemudian beres dikerjakan.

“Sementara Anies enggak, dia malah senang pilih penjilat di sampingnya. Mungkin dia tipikal orang suka dijilat, tidak suka dikirtik, dibantah, pengennya menang sendiri. Dia bukan tipikal orang yang punya komunikasi baik dengan bawahan, pasti satu arah ngomongnya,” kata dia lagi.

Nasib rumah DP 0 rupiah

Pada kesempatan itu, Denny kemudian menyinggung nasib rumah DP 0 rupiah yang digadang-gadang Anies. Awalnya Anies sewaktu kampanye menjanjikan rumah DP 0 persen. Tetapi setelah menjabat sebagai gubernur, bank sendiri kebingungan untuk mengcover.

Lantaran rumah itu memang diplot untuk kalangan miskin. Dan bank tentu tak berani mengcover karena khawatir mereka gagal bayar. Makanya kemudian Anies mengubah menjadi DP 0 rupiah, dengan sasaran orang yang punya pendapatan Rp7 juta sebulan.

“Progressnya lambat banget kayak keong. Bayangkan, 4 tahun menjabat baru terealisasi atau laku kurang dari 1 persen dari target awal. Artinya setiap tahun cuma bisa realisaksikan 0,065 persen.”

“Pertanyaan matematika dasarnya, butuh berapa tahun dia menjadi gubernur untuk realisasaikan sampai 100 persen?” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close