Trending

Ruslan Buton ditangkap usai minta Jokowi mundur, pakar hukum Trisakti heran

Eks kombatan TNI Ruslan Buton kini menjadi pesakitan usai ditangkap aparat. Ruslan ditangkap usai meminta Presiden Jokowi mundur dari jabatannya.

Dalam suratnya, Ruslan Buton juga menyatakan tak menutup kemungkinan adanya revolusi rakyat jika Presiden Jokowi tak segera mundur dari tahtanya.

Baca Juga: Ditangkap usai minta Jokowi mundur, ini sepak terjang eks Kapten TNI Ruslan Buton

Ruslan eks Kapten TNI yang ditangkap. Foto: Ist.
Ruslan eks Kapten TNI yang ditangkap. Foto: Ist.

Meski demikian, penangkapan Ruslan dinilai seharusnya tidak terjadi. Menurut pakar hukum dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar, disitat RMOL, apa yang dilakukan Ruslan Buton seharusnya belum bisa dikualifikasikan sebagai tindakan pidana.

Ini pula yang membuatnya keheranan. Sebab eks Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara itu dinilai masih sebatas menyampaikan aspirasi.

“Tindakannya belum dapat dikualifikasi sebagai tindak pidana. RB hanya menyatakan aspirasinya melalui beberapa sarana komunikasi,” kata dia, Minggu 31 Mei 2020.

Abdul Fickar pun menyoroti pasal yang disangkakan polisi terhadap Ruslan. Dalam hal ini mengenai informasi bohong di bagian kalimat Ruslan yang mengatasnamakan rakyat.

Kata dia, delik tersebut harus diperjelas. Sebab, apabila Ruslan Buton memiliki minimal ima anak buah, maka yang bersangkutan berhak mengatasnamakan rakyat Indonesia.

“Jadi dalam konteks menyampaikan aspirasi, maka pemanggilan itu menjadi kurang relevan dikualifikasi sebagai tindak pidana,” kata dia.

Sebelumnya, Ruslan Buton ditangkap aparat di kediamannya di Sulawesi Utara. Dia ditangkap buntut memberikan surat terbuka. Dia diduga telah membuat gaduh dan menyebarkan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi.

“Bila tak mundur, bukan jadi sebuah keniscayaan akan terjadinya gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat,” kata Ruslan Buton dalam surat terbuka kepada Presiden Jokowi.

Ruslan eks Kapten TNI yang ditangkap. Foto: Ist.
Ruslan eks Kapten TNI yang ditangkap. Foto: Ist.

Ruslan sendiri merupakan mantan Prajurit TNI Angkatan Darat (AD). Dia bekas Panglima Serdadu eks Trimatra. Pangkat terakhirnya yakni Kapten Infanteri. Pangkat itu diembannya ketika menjabat Pama Yonif RK 732/Banau.

Tetapi, karir pria kelahiran 4 Juli 1975 itu tak mulus. Dia dipecat karena terlibat kasus pembunuhan La Gode pada 27 Oktober 2017 lalu. Ruslan ditahan dan diperiksa secara intensif di Detasemen Polisi Militer (Denpom) XVI/1 Ternate.

Saat itu, Ruslan menjabat sebagai Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau. Kemudian pada 6 Juni 2018, Pengadilan Militer Ambon mengeluarkan putusan hukuman penjara 1 tahun 10 bulan serta pemecatan dari Anggota TNI AD.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close