Trending

Ini dia S-70 Okhotnik, drone canggih Rusia yang disebut bisa bikin NATO kocar-kacir

Rusia melalui Sukhoi dan MiG Corporation tengah mengembangkan drone canggih bersayap yang bernama S-70 Okhotnik. Kendaraan udara tak berawak ini dirancang untuk melakukan berbagai misi, termasuk sebagai wingman bagi pesawat tempur siluman generasi kelima Sukhoi Su-57 Rusia.

Outlet berita yang berbasis di AS, 19fortyfive menyebut, kemampuan drone S-70 Okhotnik dapat membuat NATO kocar-kacir dan dalam masalah besar. Jika spesifikasi yang dinyatakan benar adanya, 19fortyfive menduga drone ini tengah dibentuk menjadi salah satu drone paling canggih di dunia.

19fortyfive pun mencantumkan fitur-fitur canggihnya, termasuk bentuk sayap terbang dan siluet rendah, dilengkapi dengan kemampuan AI yang disebut memungkinkannya terbang tanpa dioperatori oleh manusia sama sekali.

Melansir Sputnik, 24 Oktober 2021, drone berbobot 20 ton ini diperkirakan memiliki jangkauan sekitar hampir 6.000 km dengan kecepatan jelajah hingga 965 km per jam. Drone ini dilaporkan mampu membawa hingga 2.000 kg amunisi, mulai dari rudal jelajah dan bom presisi, hingga rudal anti-udara.

Drone Okhotnik Rusia. Foto: Sputnik
Drone Okhotnik Rusia. Foto: Sputnik

Drone tersebut memiliki lebar sayap 19 meter dan panjang 14 meter dari hidung ke ekornya. Konstruksi material kompositnya dirancang untuk mengurangi tanda radar.

19fortyfive menunjukkan bahwa selain tujuan penggunaannya sebagai serangan dalam, pengintaian atau sebagai pesawat peringatan dini, drone tersebut diharapkan akan dikerahkan sebagai wingman pendamping pesawat tempur Rusia, Sukhoi Su-57.

“Konsep ‘wingman yang selalu setia’ sangat menarik. Diragukan bahwa Rusia akan mampu mengendalikan empat drone dengan tindakan seorang pilot pesawat tempur. Tapi ini memperkenalkan baru cara dalam pertempuran udara untuk Rusia. Okhotnik adalah binatang buas jika spesifikasinya akurat, dan jika dapat menyelesaikan semua pengujiannya dengan sukses di tahun-tahun mendatang,” kata 19fortyfive.

Kendati demikian, 19fourtyfive tidak sepenuhnya yakin pada karakteristik siluman pesawat Su-57 maupun drone tersebut. Menurut mereka pihak pengembang mungkin telah melebih-lebihkan kemampuan penghindaran dari radar.

Drone Okhotnik Rusia. Foto: National Interest
Drone Okhotnik Rusia. Foto: National Interest

Tapi outlet berita itu menyatakan bahwa Rusia harus diberikan penghargaan jika negeri Beruang Merah itu dapat mengintegrasikan Okhotnik dengan Su-57 miliknya.

Okhotnik sendiri saat ini masih dalam pengembangan, dan pengenalannya ke pasukan kedirgantaraan diharapkan akan dimulai pada awal tahun 2024.

Drone ini melakukan uji terbang pertamanya pada Agustus 2019, dengan pengujian penerbangan bersama jet tempur yang berlangsung tak lama kemudian. Pada Januari 2021, Okhotnik berhasil menjatuhkan bom udara seberat setengah ton ke target darat di wilayah uji Ashuluk di wilayah Astrakhan, Rusia selatan.

Spesialis pesawat militer Rusia telah mengindikasikan bahwa Okhotnik suatu hari nanti dapat menjadi pengganti sepenuhnya untuk semua jenis pesawat tempur. Ini akan memungkinkan pasukan Angkatan Udara Rusia untuk melakukan misi yang berbahaya tanpa harus membahayakan nyawa pilot.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close