Fit

Sabarnya Anang saat pergoki Krisdayanti teler pakai sabu di kamar

Siapa yang tak kenal Krisdayanti, penyanyi berbakat Indonesia itu memang selalu menarik perhatian. Namun, kehidupan glamor Krisdayanti yang tak lepas dari sorotan kamera, ternyata pernah memasuki masa kelabu, yakni saat ia masih rajin konsumsi narkoba jenis sabu.

Dalam bukunya berjudul ‘Catatan Krisdayanti: My Life, My Secret’, KD disitat Grid terungkap kehidupan kelamnya saat masih konsumsi sabu. Termasuk bagaimana sabarnya Anang menghadapi dirinya.

Baca juga: Kisruh Krisdayanti-Aurel kian mendidih, Yuni Shara sampai rela turun tangan

“Pikiranku terbang, masalahku melayang, kecemasanku hilang, aku mengendus dan terus mengendus lagi. Aku mulai dikuasai gelinjang nikmat yang sangat asing tapi mengikat,” tulis KD dalam bukunya.

Krisdayanti dan Anang sewaktu bersama. Foto: Law Justice.
Krisdayanti dan Anang sewaktu bersama. Foto: Law Justice.

Krisdayanti menggunakan sabu saat karirnya tengah melejit di dunia hiburan. Namun, ia mengaku hatinya merasa hampa, sehingga memutuskan menggunakan sabu sebagai pelarian.

Karir KD yang terus melesat tetap membuat ia mengonsumsi barang terlarang tersebut. Bahkan karena saking kecanduannya, ia sempat mendapat teguran dari manajernya, Shelby.

Kondisi kesehatan perempuan kelahiran 24 Mei 1975 itu mulai anjlok. Kantung matanya hitam, bibir kering dan matanya kuyu.

“Aku tak bisa menghentikan sabu! Sia-sia saja aku berharap sembuh dengan segera, karena sakaw telah meracuniku setiap saat, setiap detik,” tulisnya.

Sering ajak bandar ke rumah

Tetapi, teguran dan kondisinya yang kian menurun drastis tidak membuatnya berhenti. Sebaliknya, ia justru makin brutal dengan memesan dan membawa sabu ke rumahnya.

KD mengaku, ia sering menghubungi bandar narkoba untuk memesan sabu dan dikonsumsi di rumahnya.

“Itu (memesan sabu kepada bandar) lebih baik daripada aku menghubungi teman-teman pemakai. Tentu aku memanggil bandar jika Anang tidak ada di rumah,” ungkapnya.

Krisdayanti melakukan transasksi narkoba di rumahnya secara sembunyi-sembunyi. Hingga suatu ketika Anang mendapati puntung rokok di meja ruang tamu mereka.

Selebriti Krisdayanti. Foto: Nesiatimes.
Selebriti Krisdayanti. Foto: Nesiatimes.

“Asbak di meja penuh dengan puntung rokok. Pikiranku telah terarah sepenuhnya pada sabu yang siap kunikmati. Mataku luput dari pemandangan puntung rokok di asbak,” katanya.

Kecurigaan Anang membuncah. Ia mulai menyelidiki gelagat KD selama di rumah. Setiap kali orang rumah menggelengkan kepala, Anang tak langsung percaya.

Anang makin terperanjat ketika masuk kamar dan mendapati Krisdayanti sedang menikmati sabu.

“Anang menjerit histeris. Anang memelukku. Ia syok. Entah berapa lama ia menangis. Aku hanya meringkuk takut dan bersalah di pojok tempat tidur. Aku menangis,” kata KD.

Mendapati hal itu, Anang menangis semalaman. Sembari berpelukan mereka berdua menangis dan terus menangis. Anang juga menghubungi ibu Yanti dan Yuni Shara mengenai aib tersebut.

Tidak melontarkan amarah, Anang justru tetap bersabar menghadapi keadaan KD yang seperti itu. Selang beberapa hari, Anang mengajak KD untuk pergi ke sebuah pondok pesantren di Jember, tempat dulu Anang menuntut ilmu.

Di pesantren tersebut, KD menerima treatment unik dari kyai. Ia diajak ke alam bebas, tidur di atas bebatuan sambil dibacakan banyak sekali doa dan ayat-ayat suci.

Sejak saat itu, KD memiliki keinginan yang kuat untuk sembuh dan terlepas dari narkoba. Alasan lain adalah karena kedua anaknya, Azriel dan Aurel yang menjadi tanggung jawab KD.

Akhirnya KD diajak pulang Anang setelah benar-benar lepas dari jeratan candu narkoba. Krisdayanti menuturkan, dirinya sangat bersyukur memiliki suami setegar dan sebaik Anang Hermansyah.

Krisdayanti mengaku sengaja menuliskan kisah kelamnya konsumsi sabu tersebut dan berbagi kepada publik. Sejak saat itu, ia memiliki prinsip bahwa semua orang berhak memperbaiki diri sendiri dari sesuatu yang buruk.

“Gak ada yang gak bisa diperbaiki,” tulis Krisdayanti. (re2)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close