Trending

Sah! MUI bolehkan umat Islam salat Idul Fitri di masjid

Anjuran terbaru dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait salat Idul Fitri. Dalam imbauannya, MUI memperbolehkan bagi masyarakat untuk salat Idul Fitri berjemaah di masjid dan lapangan.

Hal ini ditegaskan Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Noor Achmad. Kendati begitu, pelaksanaan salat Idul Fitri, kata MUI, harus memperhatikan zonasi wilayah, apakah masuk dalam area berisiko atau tidak.

Baca Juga: Abaikan Pemerintah, Bupati Karanganyar siap pimpin salat Idul Fitri berjamaah

Salat berjamaah
Salat berjamaah. Foto: Levi Clancy di Unsplash

“Zonasi wilayah dapat menyelenggarakan salat Id erat kaitannya dengan COVID-19 suatu daerah terkendali atau tidak dengan penentuannya oleh pemerintah, Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam,” kata Noor dalam telekonferensinya yang dipantau dari Jakarta, Rabu 20 Mei 2020, disitat Suara.

Kata Noor, ada dua wilayah yang digolongkan dalam zonasi. Untuk zona merah disebut berisiko, sementara hijau aman. MUI, dalam hal salat Idul Fitri, mempersilakan dilakukan secra berjemaah, jika di area hijau.

Sedangkan untuk kawasan zona merah, MUI mengimbau hanya melakukannya di rumah saja.

“Umat Islam yang di kawasan penyebaran COVID-19 zona merah hendaknya merayakannya bersama keluarga inti. Sementara di zona hijau yang COVID-19 terkendali, dapat melaksanakan seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya kehati-hatian,” katanya.

Dia mengatakan jika suatu daerah masuk zona hijau tetapi tidak mengadakan salat Id karena mengedepankan kehati-hatian juga bukan menjadi persoalan.

Jamaah Masjid Tiban di Gedongmulyo, Lasem, Rembang. Foto: Santri Bean Wetan via PicasaPicasa
Jamaah Masjid Tiban di Gedongmulyo, Lasem, Rembang. Foto: Santri Bean Wetan via PicasaPicasa

“Meskipun zona hijau, tapi kalau ada kesepakatan di daerah masing-masing ingin berhati-hati tidak melaksanakan Shalat Id tidak apa-apa,” katanya.

MUI, kata dia, juga telah mengeluarkan Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19. Dari fatwa itu terdapat anjuran agar umat Islam untuk sementara waktu menghindari kegiatan ibadah yang melibatkan konsentrasi massa yang besar, termasuk salat tarawih dan salat Id.

Maka dari itu, dia mengimbau umat Islam untuk menaati Fatwa Nomor 14/2020 termasuk mengikuti anjuran dari para ahli kesehatan agar memelihara diri sehingga terhindar dari wabah COVID-19.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close