Trending

Salip Indonesia, Singapura kini dihantui ledakan kasus corona: Sehari naik 1.000

Angka kasus pasien positif corona di Singapura melonjak drastis. Angkanya bahkan kini telah melampaui Indonesia dan telah menjadi tertinggi di Asia Tenggara.

Berdasarkan catatan, negara kepulauan dengan 5,7 juta penduduk ini sekarang memiliki jumlah kasus Covid-19 berjumlah 9.125 infeksi dan 11 kematian. Kondisi tersebut bertolak belakang dengan kondisi sebelumnya, di mana Singapura dianggap berhasil menekan laju pertumbuhan pasien positif corona.

Baca Juga: Dituding pasangi chip di vaksin corona, Bill Gates: Tuduhan gila!

Menurut data, melonjaknya kasus corona di Singapura kini tak lain datang dari para pekerja asing yang tinggal di sana.

Penanganan pasien terinfeksi virus corona. Foto: CGTN
Penanganan pasien terinfeksi virus corona. Foto: CGTN

“Singapura menjalankan dua kurva epidemi saat ini, ada di luar asrama dan di dalam asrama,” kata Dale Fisher, konsultan penyakit menular senior di National University Hospital Singapura, seperti dilansir Asia Times, Rabu 22 April 2020.

“Yang satu melejit seperti halnya New York dan Italia, dan yang lainnya naik dalam angka ganda.”

Walau begitu, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam sebuah pidato resmi mengatakan akan tetap bertindak adil bagi pekerja asing yang tinggal di sana. Singapura berjanji akan merawat mereka sepenuh hati.

“Kepada pekerja migran kami, saya ingin menekankan kembali, kami akan merawat Anda sama seperti kami merawat warga Singapura,” kata perdana menteri.

Dalam pidatonya, Lee juga menekankan langkah-langkah lockdown yang kini diperpanjang hingga 1 Juni. Ini berkaitan dengan terus melonjaknya kasus corona di sana. Padahal lockdown Singapura sedianya akan berakhir pada 4 Mei mendatang.

Sehari naik 1.000

Dalam laporan Kementerian Kesehatan Singapura, kini mereka dalam beberapa hari terakhir mencatatkan angka positif tertinggi. Seharinya bisa bertampah 1.000 orang.

Setidaknya ini sudah terjadi di dua hari terakhir. Artinya total kasus corona di Singapura kini telah meningkat lebih dari sembilan kali lipat sejak 1 April. Hal inilah yang memicu kekhawatiran bahwa sistem perawatan kesehatan Singapura berada di bawah tekanan karena meningkatnya jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

Singapura sejauh ini memang belum kekurangan alat pelindung diri (APD), ventilator dan tempat perawatan kritis.

Ilustrasi pasien corona. Foto: Shanghaiist.
Ilustrasi pasien corona. Foto: Shanghaiist.

“Tetapi semua orang berisiko kewalahan, itulah ketakutan besar,” kata Fisher.

“Praktik mengisolasi pasien di rumah sakit jelas telah meluap, itulah sebabnya kami memiliki fasilitas isolasi komunitas sekarang. ICU (unit perawatan intensif) belum didorong, tetapi tentu saja, rumah sakit cukup penuh dengan pasien positif yang sedang dipantau.”

Sejauh ini mereka mengaku telah membuka fasilitas isolasi masyarakat di Singapore Expo dan MAX Atria, tempat konvensi dan pameran terbesar di negara kota itu. Ini digunakan semata-mata untuk mengurangi tekanan pada rumah sakit.

Memulihkan pasien dan mereka yang memiliki gejala ringan yang tidak membutuhkan perawatan medis yang luas telah dikirim ke sana untuk pemulihan.

Sementara itu Paul Tambyah, presiden Masyarakat Mikrobiologi Klinis dan Infeksi Asia-Pasifik, mengatakan, Singapura kini memang tengah menghadapi kekhawatiran bakal terus melonjaknya kasus corona di sana.

“Risiko pasti terhadap layanan kesehatan yang bakal kewalahan. Tetapi sejauh ini Singapura masih bisa mengatasinya dalam beberapa waktu ke depan.”

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close