Unik

Salut! Biar bisa sekolah dan makan, bocah tunanetra ini jual nasi keliling

Bagi sebagian orang, biaya untuk mencukupi kehidupan sehari-hari seperti makan dan sekolah bukanlah perkara yang sulit. Namun bagi beberapa orang lainnya seperti seorang bocah bernama Riko, di tengah keterbatasannya sebagai penyandang tunanetra, ia justru harus berusaha lebih keras untuk membiayai pendidikan dan perutnya yang lapar dengan berjualan nasi keliling.

Menyadur dari Kitabisa, kisah perjuangan hidup seorang bocah penyandang tunanetra itu dialami oleh seorang pelajar yang masih duduk di bangku SMPLB-AYPAB (Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta), Kota Surabaya.

Baca juga: Bikin nangis, sekuat apa pun prajurit TNI, pasti rapuh jika ada masalah ini

Semasa kecil, bocah bernama Riko ini sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya yang memutuskan untuk bercerai. Kini, ia pun tinggal bersama kakek dan nenek yang sangat menyayanginya.

Meski hidup dalam keterbatasan fisik terutama pengelihatan, Riko tak ingin menyerah begitu saja. Dengan kemampuan sebisanya, ia mau berjuang menyambung hidup untuk dirinya serta kakek neneknya.

Kisah Riko, tunanetra nasi keliling. Foto: Kitabisa
Kisah Riko, bocah penyandang tunanetra yang jual nasi keliling. Foto: Kitabisa

Bocah yang kini berusia 15 tahun ini justru menguatkan tekadnya untuk mencari nafkah secara mandiri demi membiayai pendidikan dan kehidupannya sehari-hari.

Hal itu dilakukan lantaran sang kakek dan nenek yang tidak bekerja. Sebelumnya, kakek Riko berprofesi sebagai tukang becak dengan penghasilan sekitar Rp30 ribu per hari. Namun pada tahun 2018 silam, kakeknya memutuskan berhenti untuk menarik becak sebab mengalami kebutaan akibat glaukoma.

Atas sejumlah alasan tersebut, Riko memilih untuk bekerja dengan menjajakan nasi keliling.

“Saya bekerja sebagai penjual nasi, untuk membantu nenek dan kakek mencukupi kebutuhan sehari-hari dan sekolah saya,” kata Riko.

Kisah Riko, tunanetra nasi keliling. Foto: Kitabisa
Kisah Riko, bocah penyandang tunanetra yang jual nasi keliling. Foto: Kitabisa

Melihat perjuangan cucunya yang seakan tak ingin mengalah dengan keadaan, sang nenek pun turut membantu Riko dengan memproduksi nasi bungkus. Bahkan, wanita tua itu rela bangun jam tiga pagi, demi menyiapkan hidangan nasi bungkus yang nantinya akan diedarkan oleh Riko.

Sebelum berjualan nasi bungkus keliling, Riko pernah mencoba profesi lainnya sebagai tukang urut. Namum ia memutuskan untuk berhenti lantaran hanya diupah sangat kecil yakni Rp5 ribu.

Mendengar perjuangan Riko dalam menjalani hidup, sangat patut diacungi jempol. Semoga kita tetap semangat seperti Riko ya Hopers!

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close