Trending

Salut! Meski non-muslim, berkat calon Kapolri Sigit banyak majelis hingga ponpes berdiri

Komisaris Jendral Polisi (Komjen Pol) Lestyo Sigit Prabowo disebut-sebut jadi sosok kuat yang bakal duduk di kursi hangat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), menggantikan Idham Azis. Meski bukan beragama Islam alias non-muslim, kini sejumlah kalangan alim ulama menyatakan dukungan agar Komjen Pol Lestyo Sigit terpilih Kapolri, salah satu alasannya dia kerap membantu ponpes hingga majelis berdiri di tanah Banten.

Kesaksian itu diungkapkan langsung oleh Pembina Majelis Djikir Bumi Alit Padjadjaran Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, KH Elang Mangkubumi.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh saluran YouTube Kabar Viral79, KH Elang Mangkubumi secara pribadi mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo terkait pengajuan nama Komjen Listyo Sigit Prabowo ke DPR RI untuk dicalonkan sebagai Kapolri.

Baca Lainnya

  • “Saya mengapresiasi surat presiden kepada DPR perihal penunjukkan komisaris Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri,” ujarnya, dikutip Hops pada Jumat, 15 Januari 2021.

    Komjen Pol Listyo Sigit. Foto: Antara
    Meski non-muslim, berkat calon Kapolri Sigit banyak majelis hingga ponpes berdiri | Komjen Pol Listyo Sigit. Foto: Antara

    Semasa menjabat sebagai Kapolda di wilayah Banten pada periode 2016 hingga 2018 silam, Komjen Listyo Sigit dikenal sebagai sosok yang hangat dan sangat dicintai bawahannya.

    Bahkan dia juga dianggap sebagai pemimpin yang bijaksana, sehingga mampu berkomunikasi dan menjaga keharmonisan antara aparat kepolisian Banten dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga alim ulama.

    Salah satu bukti penilaian itu, kata KH Elang, banyak pondok pesantren, majelis zikir, dan majelis talim yang berdiri berkat bantuan Komjen Listyo Sigit.

    “Beliau kami kenal pernah menjadi pemimpin di Polda Banten periode 2016 sampai 2018. Beliau dikenal oleh anggotanya sebagai sosok yang mencintai dan dicintai, beliau juga kami kenal sebagai pemimpin yang bermasyarakat, pemimpin yang bijaksana sehingga para tokoh agama, tokoh masyarakat, para ulama memiliki hubungan yang harmonis sekali,” kata KH Elang.

    “Itu terbukti banyak pondok pesantren, majelis-majelis zikir, majelis talim yang berdiri dan dibangun atas jasa beliau,” sambungnya.

    Calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo
    Meski non-muslim, berkat calon Kapolri Sigit banyak majelis hingga ponpes berdiri | Calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo. Foto Antara.

    Selain dengan alim ulama di tanah Banten, Komjen Listyo Sigit juga memiliki hubungan baik dengan TNI, pemerintah daerah, dan organisasi massa yang ada di daerah tersebut.

    Oleh sebabnya, KH Elang bersama ulama lainnya dengan tegas mendukung agar Komjen Listyo Sigit mampu menjadi Kapolri sesuai dengan amanah yang diberikan oleh rakyat Indonesia.

    “Beliau pula kami kenal sebagai pemimpin yang mampu bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, ormas, dan LSM, demi terciptanya kondusifitas wilayah hukum Polda Banten. Maka dari saya, atas nama pribadi dan seluruh alim ulama Kabupaten Serang turut mendoakan agar beliau selalu sehat lahir dan batin, selalu diberikan petunjuk dan mampu memimpin Kepolisian Republik Indonesia dengan aman, damai, dan tenang,” tandasnya.

    Ulama karismatik Banten dukung Komjen Sigit jadi Kapolri

    Selain KH Elang, Ulama kharismatik Banten, Abuya Muhtadi Dimyathi meyakini bahwa Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sosok yang amanah dan mampu mengamankan negara jika menjadi Kapolri.

    Secara terang-terangan, ulama kharismatik itu mengaku mendukung Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri.

    Pasalnya, Abuya Muhtadi merasa yakin dengan kemampuan Komjen Sigit untuk menjadi orang nomor satu di tubuh Polri.

    Bukan apa-apa lho, Abuya Muhtadi mengungkapkan dia mengingat Sigit pernah menjabat sebagai Kapolda Banten sejak 5 Oktober 2016 hingga 13 Agustus 2018. Menurut dia, saat itu Sigit mampu menciptakan situasi aman di Banten tanpa gejolak.

    “Tugas utama dia terus amankan negara ini. Insya Allah mampu. Kalau beliau jadi (Kapolri), saya di belakangnya dan sebatas penguat saja. Saya ikut bagaimana keputusan pusat saja,” kata Abuya Muhtadi melalui siaran pers, Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat 15 Januari 2021.

    Selain itu, kata dia, Komjen Sigit juga sangat dekat dengan masyarakat termasuk para ulama.

    Sementara itu, adik Abuya Muhtadi, Abuya Murtadho menuturkan hal yang sama. Menurut Abuya Murtadho, selama berdinas di Provinsi Banten, Sigit bekerja dengan baik dan mampu merangkul semua golongan.

    Bahkan Komjen Sigit waktu itu sempat menginstruksikan seluruh jajaran Polda Banten untuk membaca kitab kuning. “Itu bagus,” ujar Abuya Murtadho.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close