Trending

Satgas tegaskan penurunan jumlah kasus Covid-19 bukan karena berkurangnya testing

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan terdapat beberapa penyebab menurunnya angka pemeriksaan Covid-19. Salah satunya dikatakan Wiku adalah karena adanya delay input di laboratorium data. Namun penurunan tersebut bukan disebabkan karena menurunnya jumlah testing yang dilakukan.

“Terdapat beberapa kemungkinan karena penurunan testing di akhir pekan ataupun delay input di laboratorium data,” ujar Wiku dalam jumpa pers virtual seperti dilihat Hops.id di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7/2021).

Wiku Adisasmito. Foto: YouTube BNPB
Wiku Adisasmito. Foto: YouTube BNPB

Lebih lanjut diungkap Wiku, kedepannya pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan angka tracing, testing, treatment atau 3T secara keseluruhan dan berkoordinasi serta memfasilitasi pemda untuk capai targetnya masing-masing sesuai target yang ditetapkan dalam instruksi Kemendagri.

Diketahui berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada Senin (19/7/ 2021) angka kasus positif Covid-19 tercatat bertambah sebanyak 34.257 orang, lebih rendah dari hari Minggu (18/7/2021) yang bertambah sebanyak 44.721 orang dan Sabtu (17/7/2021) sebanyak 51.952 orang.

Sedangkan jika dilihat dari angka testingnya, pada hari Sabtu jumlah pemeriksaan mencapai 188.551 orang, dengan spesimen yang diambil 251.392 sampel. Kemudian pada hari Minggu, terjadi penurunan yang cukup drastis yaitu menjadi 138.046 orang yang diperiksa, dengan spesimen yang diambil 192.918.

Sedangkan pada hari Senin, angka testingnya sebanyak 127.461 orang yang diperiksa, dengan jumlah spesimen yang diambil 160.686 sampel.

Episentrum dunia

Indonesia mendapat sorotan dari sejumlah media asing lantaran kasus COVID-19 yang melonjak tinggi. Indonesia bahkan disebut sebagai episentrum Covid-19 dunia, mengalahkan India.

Menanggapi hal ini, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan upaya pemerintah dalam menurunkan lonjakan kasus Covid-19. Menurutnya, PPKM darurat telah menunjukkan hasil dalam penurunan mobilitas masyarakat dan kasus harian Covid-19.

“Dimohon agar masyarakat tidak panik dan tetap tenang. Jika protokol kesehatan diterapkan secara sempurna dan aktivitas berisiko dapat diminalisir dengan baik, peluang penularan tentunya akan semakin rendah,” tutur Wiku.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close