Trending

Satu keluarga, dokter bidan dan perawat meninggal karena Covid-19

Innalillahi, satu keluarga dokter di Madura, Jawa Timur meninggal dunia karena Covid-19. Meninggalnya anggota keluarga yang beralamat di Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang ini terjadi secara berurutan.

Pertama yang meninggal adalah kepala keluarga berinisial W, sehari berselang disusul istri W, yaitu SR yang meninggal dunia. Duka kemudian datang kembali, anak kedua dari pasangan tersebut, D yang merupakan dokter meninggal dunia Senin 15 Juni 2020. Sehari sebelumnya, D dilarikan ke rumah sakit di Surabaya karena mengalami sesak nafas.

Muslima Fest

Baca juga: Unggah hasil tes, Bintag Emon ladeni tuduhan buzzer pakai sabu

Dikutip dari Suara, Selasa 16 Juni 2020, riwayat satu keluarga dokter yang meninggal dunia itu terkait dengan Covid-19.

Dokter D dan istri anaknya
Dokter D dan istri anaknya. Foto Facebook Vikri Arvevari

Bapak ibu awalnya

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sampang, Djuwardi mengungkapkan meninggalnya beruntun satu keluarga dokter ini berawal dari bapak ibu tersebut. Status pasangan ini yaitu Pasien Dalam Pengawasan alias PDP berat. W merupakan perawat gigi di Kabupate Sampang sedangkan SR merupakan bidan.

Karena meninggal dunia dalam status PDP, W dan SR dimakamkan dengan menerapkan protokol Covid-19. Jenazah W dimakamkan di Sidoarjo dan istrinya SR dimakamkan di Tulungagung.

Kepala Puskesmas Kedungdung, Zahruddin mengatakan, akibat kejadian itu puskesmas itu bakal ditutup selama sepekan karena 7 orang tenaga kesehatan yang ada di dalam kantor tersebut reaktif Covid-19 hasil rapid tes.

Diduga kuat penyebaran Covid-19 di Puskesmas ini merupakan bagian dari terkait dengan korban meninggal secara beruntun satu keluarga di wilayah Kecamatan Kedungdung itu.

Ilustrasi pemakaman jenazah pasien corona. Foto: Antara/Iggoy el Fitra.
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien corona. Foto: Antara/Iggoy el Fitra.

Istri Dokter D positif

Sebelum meninggal, dokter D bersama istrinya yang juga berprofesi sebagai dokter memeriksakan secara mandiri menggunakan metode TCM di salah satu rumah sakit di Pamekasan. Hasil pemeriksaan, keduanya positif Covid-19.

Berdasarkan pemeriksaan swab dengan istrinya pada Kamis lalu, dokter D dan istrinya positif. Karena hasil tersebut, keduanya menjalani isolasi mandiri di lantai 2 rumah mereka.

Mengingat kondisi dokter D yang mulai memburuk, pada Minggu 14 Juni 2020, petugas menjemput dokter D dari rumahnya dan dievakuasi ke rumah sakit. Minggu sore dokter D dirujuk ke RSUA namun meninggal dunia pada Senin 15 Juni 2020. Istri almarhum dokter D saat ini diungsikan ke Surabaya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close