Trending

SBY dicurigai soal ke mana iuran kader, ini kata Demokrat kubu AHY

Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi kecurigaan kubu seberang yang mempertanyakan dana iuran para kader. Diketahui Demokrat kubu Moeldoko sebelumnya mempertanyakan ke mana larinya iuran kader, termasuk mahar-mahar Pilkada yang dipatok pada para calon di Demokrat.

Pertanyaan dan kecurigaan itu setidaknya disampaikan penggagas Kongres Luar Biasa Medan, Darmizal, dalam program Mata Najwa, baru-baru ini. Apa yang diungkapkan Darmizal, seirama dengan pertanyaan Sekjen Demokrat versi KLB, Jhoni Allen Marbun yang diundang oleh SBY ke Cikeas, pada 16 Februari 2020 lalu.

Ketika itu, SBY meminta agar Jhoni Allen tak mempertanyakan iuran kader Demokrat. “Kata SBY, Pak Jhoni janganlah terlalu membahas itu,” ucap Darmizal.

Terkait hal ini Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat kubu AHY Herzaky Mahendra Putra angkat suara. Herzaky menyebut, tuduhan yang disampaikan Jhoni Allen Marbun tidak berdasar.

Terlebih dia mempertanyakan kantor DPP Demokrat yang kini berhasil dibangun usai dipatoknya mahar-mahar di Pilkada.

“Kubu sebelah tuh apa saja dilempar sama dia, tuduhan-tuduhannya sudah enggak jelas,” kata Herzaky Mahendra Putra, dikutip PR, Sabtu 13 Maret 2021.

Kata Herzaky, tudingan yang disampaikan Jhoni Allen Marbun sebatas ‘nyanyian sumbang’. Berkenaan dengan mahar Pilkada tersebut, sebetulnya kata dia, Jhoni Allen Marbun selama masih menjadi kader Partai Demokrat semestinya melaporkan hal tersebut kepada mahkamah partai.

AHY dan Ibas dalam Kongres V Partai Demokrat
AHY dan Ibas dalam Kongres V Partai Demokrat di Jakarta. Foto Instagram @ibasyudhoyono

Di samping itu, Herzaky juga menyebutkan, berdasarkan aturan partai politik, sumber pendanaan partai berasal dari tiga pos. “Kan juga (keuangan partai politik) ada 3 sumber ya, ada iuran anggota, ada sumbangan sukarela, ada APBN dan APBD,” kata Herzaky.

Maka itu, jika ada sumber uang yang tidak sesuai dengan aturan semestinya seluruh kader melapor ke BPOKK. “Kalau tidak sesuai dengan itu atau ada oknum ya silakan mengadu ke BPOKK,” kata dia.

Soal iuran kader Demokrat

Sebelumnya, Jhoni Allen Marbun mengaku dirinya mendengar langsung dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa Gedung DPP Partai Demokrat di Proklamasi berasal dari mahar Pilkada. Dirinya mendengar kabar tersebut saat bertemu dengan SBY di Cikeas pada 16 Februari 2021 lalu.

Jhoni Allen Marbun mengaku kaget, dan mempertanyakan mengapa pembangunan Gedung DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi harus mengambil dari keringat DPC dan Fraksi di tingkat satu dan dua.

Padahal selama 10 tahun SBY menjadi presiden tidak pernah terbesit untuk membangun Gedung DPP Partai Demokrat.

“Termasuk mahar Pilkada, beliau (SBY) katakan membeli kantor di Proklamasi, saya kaget. Lho bapak waktu itu presiden 10 tahun kok enggak mikirin kantor? Kenapa harus dari keringat dari DPC? Dan iuran kader Demokrat di fraksi dari tingkat satu tingkat dua,” kata Jhoni Allen Marbun.

Oleh karenanya, Jhoni Allen Marbun menyebutkan, seluruh kader Partai Demokrat mengusulkan KLB Deli Serdang harus segera digelar untuk membenahi kembali partai tersebut.

KLB Demokrat
KLB Demokrat di Deli Serdang. Foto Suara.

“Kami lebih memilih KLB itu karena lebih cepat karena itu permintaan unsur DPC dan DPD dan pendiri dan unsur sayap sesuai dengan ketentuan 1/2 + 1 dan atau 2/3 dari DPD,” tutur Jhoni Allen Marbun.

Debat Darmizal dan Hinca

Di beberapa kesempatan lalu, Darmizal dan Hinca Panjaitan, Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat, sempat berdebat hal ini. Darmizal belakangan menuding SBY sengaja membuat aturan yang mewajibkan iuran dengan nominal tertentu bagi kader Demokrat daerah.

“Pak SBY menandatangani PO yang mewajibkan semua kader anggota DPRD tingkat 1 dan tingkat 2 kabupaten kota untuk memberikan setoran langsung ke bendahara umum DPP Partai Demokrat.”

Menurut Hinca, iuran tersebut sudah sesuai dengan Undang Undang Partai Politik (UU Parpol).

“Dalam UU Parpol, seluruh kader punya kewajiban juga bayar iuran. 15 tahun partai ini belum ada kantornya, saya Sekjennya bersama pak SBY baru kami punya kantor di jalan proklamasi itu,” ujar Hinca.

Kata Darmizal, Jhoni Allen sempat bertanya ke SBY darimana dan ke mana uang yang disetorkan oleh kader-kader bulanan dan mahar-mahar pilkada.

“Namun Pak SBY bilang ‘Pak Johny janganlah terlalu membahas itu. Salah satu dari hasil pilkada itu adalah kantor kita. Artinya bersyukur kita nih, artinya mereka keluar nanti, partai kita Demokrat yang sah yang kami jalankan sudah memiliki kantor,” celetuk Darmizal.

Mendapati ucapan tersebut, Hinca terlihat naik pitam. “Enak saja kau ambil itu. Itu kantor seluruh kader, dari mulai batu bata satu yang disusun rapi jadi sebuah kantor jadi jangan anggap itu kehebatanmu. Itu kantor partai demokrat bukan kantor pribadi,” ujarnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close