Trending

SBY dituduh biayai demo UU Ciptaker, PDIP: Jangan-jangan hanya…

Sejak beberapa hari terakhir, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY ramai menjadi perbincangan publik. Hal itu bermula, ketika akun anonim bernama @digeeembokFC menuding SBY telah mendanai aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja atau UU Ciptaker.

Terkait hal itu, politisi partai PDIP, Hendrawan Supratikno mengatakan, pihak-pihak yang menuduh SBY telah mendanai sekaligus menggerakan massa untuk menolak UU Ciptaker sejatinya tak beralasan dan telah melukai keadaban politik. Itulah mengapa, dia meminta masyarakat menghentikan tuduhan tersebut.

Baca juga: Ramai SBY danai demo UU Cipta Kerja, Demokrat: Mana bukti, dasar pengecut!

“Pak SBY adalah negarawan, presiden RI ke-6 yang sama-sama kita hormati. Jadi siapapun yang meremehkan dan memfitnah Pak SBY, akan melukai siapa saja yang berusaha mempromosikan keadaban politik dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara,” ujar Hendrawan dikutip dari Merdeka, 11 Oktober 2020.

Demo menolak Omnibus Law. Foto: Twitter.
Demo menolak Omnibus Law. Foto: Twitter.

Hendrawan menduga, jangan-jangan sejumlah pihak yang menuduh SBY sebagai biang kerok aksi tersebut hanya sebatas dugaan atau dorongan emosional semata.

“Siapa yang menuduh Demokrat sebagai sponsor demo? Jangan-jangan hanya perasaan saja. Atau itu persepsi yang berkembang di masyarakat karena video yang viral bertolak belakang,” terangnya.

Tuduhan dinilai tak konstruktif

Sedangkan menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion atau IPO, Dedi Kurnia Syah, tuduhan yang dialamatkan kepada SBY terkait aksi unjuk rasa menolak UU Ciptaker tidak konstruktif. Selain itu, dia juga menilai, tuduhan yang tidak berdasarkan bukti hanya dianggap sebagai manuver politis.

“Tuduhan semacam ini tidak konstruktif, cenderung mencari pembelaan sekaligus menandai kegusaran. Unjuk rasa dengan segala macam motifnya tetap saja dilindungi konstitusi,” ucapnya dinukil dari RMOL.

“Dan tentu saja, tuduhan yang tidak berdasarkan bukti hanya akan dianggap manuver politis,” sambungnya.

Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah acara PWI. Foto Twitter @SBYudhoyono

Maka dengan itu, Dedi berharap, supaya tidak ada pihak yang sengaja membiaskan substansi kritik atas pengesahan UU Ciptaker.

“Jangan sampai aksi tuduh menuduh ini membiaskan substansi kritik dan membuahkan balasan dengan tuduhan soapa aktor di balik pengesahan RUU Ciptaker yang bahkan hingga sekarang belum ada kejelasan naskah finalnya,” kata dia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close