Trending

SBY kritik ancaman penjara warga penghina Presiden: Sedih, malu kita

Mantan presiden SBY kembali menyoroti kondisi Tanah Air di tengah badai virus corona, dia mengaku prihatin dengan adanya ancaman penjara bagi warga yang dianggap melakukan penghinaan Kepala Negara dan Pejabat Negara.

Pernyataan ke-prihatin-an SBY itu disampaikan melalui akun Facebook resminya, sebab katanya, negeri ini tengah menghadapi persoalan yang lebih serius, yakni wabah corona.

Baca Juga: Alasan masuk akal Anies kenapa PSBB Jakarta dimulai Jumat 10 April

“Saya perhatikan beberapa hari terakhir ini justru ada situasi yang tak sepatutnya terjadi. Apa itu? Kembali terjadi ketegangan antara elemen masyarakat dengan para pejabat pemerintah, bahkan disertai dengan ancaman untuk ‘memolisikan’ warga kita yang salah bicara. Khususnya yang dianggap melakukan penghinaan kepada Presiden dan para pejabat negara,” kata mantan ketua umum Partai Demokrat ini, disitat JPNN, Kamis, 9 April 2020.

Mantan Presiden SBY. Foto: Ist.
Mantan Presiden SBY. Foto: Ist.

Dengan segala kerendahan hati, SBY pun meminta agar segala permasalahan ini untuk segera ditangani dengan baik dan penuh kebijaksanaan.

“Sebab kalau hal ini makin menjadi-jadi, sedih dan malu kita kepada rakyat kita. Rakyat sedang dilanda ketakutan dan juga mengalami kesulitan hidup karena terjadinya wabah korona ini. Juga malu kepada dunia, karena saya amati hal begini tidak terjadi di negara lain,” ujar SBY.

Sementara itu, SBY juga turut menyatakan ke-prihatin-annya dengan ketidak fokusan banyak pihak untuk mengatasi masalah corona. Kata SBY, seharunya dengan kondisi saat ini, diperlukan persatuan untuk melakukan segala upaya demi menyelamatkan rakyat Indonesia dari ancaman corona, termasuk bisa menghentikan penyebaran wabah ini di Tanah Air.

“Krisis virus corona di negeri kita belum berakhir. Belum selesai. Indonesia juga belum aman. Salah besar kalau kita merasa sudah berhasil mengatasi wabah korona ini, dan kemudian mulai menjalani kehidupan seperti biasa,” kata SBY.

Mantan Presiden SBY. Foto: Ist.
Mantan Presiden SBY. Foto: Ist.

Dia juga melihat masih ada elemen di negeri ini yang belum benar-benar fokus dan tidak bekerja sesuai prioritasnya. Dia mengingatkan, first thing first. Waktu dan sumber daya kita terbatas, sehingga harus diarahkan kepada kepentingan dan sasaran utama saat ini.

Prioritas utama itu adalah menyelamatkan masyarakat yang sudah terjangkit corona, serta membatasi dan menghentikan penyebaran virus ini.

Kalau sasaran ini dapat dicapai, katanya, kita bisa menyelamatkan lebih banyak lagi jiwa rakyat Indonesia. Kalau virus korona bisa kita lumpuhkan, kehidupan masyarakat akan kembali normal. Ekonomi Indonesia juga akan tumbuh dan berkembang lagi.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close