Trending

Sebagai digital ecosystem, Surge dukung kebutuhan publik dan UMKM

Sebagai digital ecosystem, Surge menjawab tantangan atas kebutuhan konektivitas, advertising media serta software. Ketiga hal itu menjadi pilar utama perusahaan ekosistem digital terdepan di Indonesia tersebut.

Tidak bisa dimungkiri, sejak pandemi Covid-19 banyak aspek dalam hidup kita yang berubah. Hampir seluruh aktivitas dilakukan secara digital, mulai dari bekerja, sekolah hingga ibadah. Supaya tetap produktif, tentu saja dibutuhkan konektivitas yang baik.

“Kita tahulah banyak baca berita hasil pandemi adanya WFH, school from home hingga ibadah dilakukan secara online. Kalau di kota enggak ada masalah. Tapi keluhannya begitu minggir sedikit, isunya kelihatan banget. Karena di sini semuanya dipaksa menggunakan teknologi dan di sinilah terjadi shocking,” ujar CEO Surge, Hermansjah Haryono saat ditemui di Jakarta, Kamis, 10 Juni 2021.

Ilustrasi aplikasi di handphone. Foto: Thomas Ulrich di Pixabay

Salah satu tujuan Surge adalah menyediakan konektivitas secara luas dan merata secara terjangkau. “Kami dengan melalui 3 pilar ini akan mencoba men-deliver ke masyarakat. Pertama kita mau memberi akses kepada masyarakat luas yang se-affordable mungkin tapi kualitasnya harus bagus,” lanjut Iman, sapaan Hermansjah.

Fiber optik sepanjang 2.800 Km

Iman melanjutkan, untuk sementara perusahaan memfokuskan diri sebagai penghantar antar kota untuk backbone. “Kami membangun fiber optik di samping rel kereta api 2.800 Km di Jawa, kami melewati stasiun. Jadi free wifi sementara ini ada di stasiun. Jika harus melebar ke luar sana, kami harus bekerja sama dengan partner lain, kolaborasi. Kita suplai dengan backbone yang kami miliki.”

Bisa dikatakan, backbone milik Surge lebih stabil. “Backbone yang kami miliki dibangun di samping rel kereta api. Tanah kereta api privat, clear sehingga fiber optik yang kami bangun lebih solid. Enggak ada gangguan tergali tidak sengaja lah, orang bakar sampah lah, dicuri lah misalnya. Jadi fiber optik yang kami bangun jauh lebih stabil,” papar Iman.

Sementara di tempat lain, gangguan seperti itu rutin terjadi karena tidak bisa dihindari karena dibangun di tempat umum. “Walaupun pemain sekarang sudah punya back up tapi di lokasi yang sama. Fiber optic kami lokasinya beda, ada di tanah privat, lebih stabil jadi lebih excellent operasionalnya,” ungkap pria yang sudah 20 tahun berpengalaman di industri telekomunikasi digital.

Fokus pada kepentingan publik dan UMKM

Surge sebagai digital ecosystem juga fokus pada teknologi bergerak, yang tidak hanya bermanfaat secara bisnis, tetapi juga kepentingan publik. “Seperti yang saat ini sedang kami fokuskan melalui pembangunan jaringan fiber optik di sepanjang ruas jalur kereta api di sepanjang area Jawa dan Sumatera. Lewat jaringan ini, para pelaku usaha UMKM dapat memanfaatkan jaringan internet berkualitas yang disediakan untuk mengembangkan bisnis mereka secara digital,” kata Iman dalam kesempatan terpisah.

Ilustrasi belajar online. Foto: Ist.
Ilustrasi belajar online. Foto: Ist.

Surge juga mempersiapkan teknologi beserta pengembangan aplikasi untuk membantu lini distribusi di bisnis UMKM. “Selain itu, masyarakat umum juga akan dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari mereka, seperti bekerja, belajar, mengakses berita hingga hingga menikmati konten hiburan,” jelasnya.

Karena dibangun di sepanjang jalur kereta api, penyebaran titik-titik internet yang bisa dimanfaatkan pun semakin luas dan menyebar di tengah pusat keramaian langsung. Tidak hanya kota-kota besar seperti Bekasi, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya tetapi juga kota-kota kecil seperti Tasikmalaya, Cilacap, Lamongan, Banyuwangi dan lain sebagainya.

“Diharapkan nantinya dengan pembangunan fiber optik dan tersedianya layanan internet berkualitas akan membangkitkan UMKM dan masyarakat umum baik di kota-kota maupun kecamatan atau desa yang dilalui,” tutur Hermansjah Haryono.

Untuk wilayah Jawa, Surge, kata dia, saat ini sedang dalam tahapan pemasangan sepanjang 2.800 km jaringan fiber optik sebesar 144 cores yang akan melahirkan jaringan internet gratis dengan kecepatan 1 Gbps di pusat-pusat keramaian seperti stasiun Kereta dan Pasar Modern.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close