News

Sebelum Djoko Tjandra, Otto Hasibuan bantu Nazaruddin & Setya Novanto

Terpidana korupsi hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra panggil pengacara baru untuk membantu tangani kasus yang menjeratnya. Sosok yang menggeser pengacara sebelumnya, Anita Kolopaking tersebut ialah Otto Hasibuan.

Setelah secara resmi menjabat sebagai kuasa hukum anyar Djoko Tjandra, Otto mengaku telah melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak keluarga untuk membahas kelanjutan proses hukum yang menjeratnya.

Baca juga: Disebut operasi plastik, wajah baru Djoko Tjandra: Kulit glowing, alis cetar

“Jadi mulai hari ini, saya resmi menjadi kuasa hukum dari pada Djoko Tjandra termasuk juga dengan keluarganya,” ujar Otto di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 1 Agustus 2020. Dikutip Suara.com.

Djoko Tjandra ditangkap
Djoko Tjandra ditangkap. Foto ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.

Namun, Otto menyarankan agar segera menyelesaikan segala urusan Djoko Tjandra dengan pengacara sebelumnya, yakni Anita Kolopaking yang juga kerap diperiksa oleh pihak kepolisian.

“Saya harus tentukan sikap. Tanyakan beliau ada pengacara apa tidak. Kode etik. Ada rekan kuasa hukum untuk yang lain. Tapi ini kasus yang baru,” kata Otto.

“Sebagai ‘lawyer’ harus klarifikasi itu. Tidak boleh tangani perkara kalau dia masih terikat pengacara yang lain. Kalau mau, putus hubungan yang lain. Saya harus anjurkan Djoko selesaikan kewajiban dengan ‘lawyer’ yang lain,” sambungnya.

Lantas, siapa sebenarnya Otto Hasibuan?

Otto Hasibuan merupakan pengacara kawakan yang kerap menangani kasus terpidana korupsi. Beberapa waktu lalu, Otto pernah menjadi kuasa hukum tersangka kasus korupsi yang sempat kabur, Setya Novanto.

Setya Novanto
Setya Novanto. Foto: Instagram @s.novanto

Selain itu, Otto pernah membela Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin sebagai kuasa hukum perkara kasus suap wisma atlet pada tahun 2011. Namun sebelum secara sah hakim mengetuk palu, Otto mengundurkan diri sebagai pengacara hukum Nazaruddin.

Di antara tahun 2013 hingga 2014, Otto juga sempat menjadi kuasa hukum mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar untuk menangani kasus suap sengketa Pilkada. Namun, ketika proses hukum masih berjalan, ia kembali mengundurkan diri dari tim pengacara mantan Ketua MK tersebut.

Alasannya, Otto mengaku karena adanya benturan kepentingan, sebab sejak awal ia terlebih dahulu menjadi kuasa hukum Khofifah Indar Parawangsa dalam Pilkada Jawa Timur yang juga diduga melibatkan Akil. Otto pun lebih memilih menjadi kuasa hukum Khofifah.

Memasuki tahun 2016, nama Otto kembali mencuat. Mantan ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini juga sempat menjadi pengacara Jessica Kumala Wongso dalam kasus pembunuhan kopi sianida yang merenggut nyawa Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier, Jakarta Pusat.

Pada tahun ini sebelum menjadi pengacara Djoko Tjandra, Otto sempat dipanggil Denny Siregar untuk menangani kasus yang menimpanya terkait kebocoran data pribadi oleh pegawai Telkomsel. (hsp)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close