Trending

Sebelum meninggal Lia Eden pernah disuruh Tuhan jadikan Ahok sebagai Presiden

Sosok kontroversial Lia Eden dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, 9 April 2021. Beberapa tahun silam sebelum wafat, ternyata Lia Eden mengaku sempat diminta oleh Tuhan untuk menjadikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Presiden Republik Indonesia.

Berdasarkan laporan Suara (jaringan Hops), Lia Eden semasa hidupnya sempat dikenal mendapat banyak kecaman lantaran mengaku bawha dia sebagai utusan Tuhan yakni Malaikat Jibril. Keyakinannya itu, membawa Lia Eden mendirikan kerajaan Tuhan.

Lia Eden sendiri mengaku sebagai Malaikat Jibril, utusan Tuhan dan mengatakan dirinya sempat diminta untuk mengusulkan Ahok, sebagai Presiden RI. Tak hanya itu, di tahun yang sama, Lia Eden sempat menghebohkan publik karena pernyataan yang mengejutkan yakni meminta izin kepada Presiden dan Gubernur, karena pesawat UFO akan mendarat di Monas, Jakarta.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Foto Instagram @basukibtp

Lia Eden pernah menyebut diriniya sebagai Mesias, yang muncul sebelum kiamat. Lia Eden juga sempat mengaku sebagai reinkarnasi dari Bunda Maria.

Dia meninggal dunia. Profil Lia Eden. Lia Eden lahir di Jakarta, 21 Agustus 1947 bernama lengkap Lia Aminuddin. Lia Eden mengaku telah mendapat wahyu dari malaikat Jibril untuk mendakwahkan sebuah aliran kepercayaan baru melanjutkan ajaran 3 Agama Samawi; Yudaisme, Kekristenan, dan Islam dan juga menyatukan dengan agama-agama besar lainnya termasuk Buddhisme, Jainisme, dan Hindu di Indonesia.

Lia Eden kemudian mendirikan sebuah jemaat yang disebut Salamullah untuk menyebarluaskan ajarannya. Lia Eden secara kontroversial mengaku sebagai titisan Bunda Maria dan ditugaskan Jibril untuk mengabarkan kedatangan Yesus Kristus ke muka bumi. Dia juga menubuatkan beberapa ramalan yang sensasional.

Hal ini mengundang reaksi selama momentum trending, terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI memfatwakan Lia Eden menyebarkan aliran sesat dan melarang perkumpulan Salamullah pada bulan Desember 1997.

Dia melontarkan kritikannya tentang kesewenangan ulama MUI yang diasosiasikan dalam sebuah sabda Jibril yang disebut “Undang-undang Jibril” (Gabriel’s Edict). Akibatnya dia ditahan atas tuduhan penistaan agama.

Menurut Eden, peristiwa ajaibnya yang pertama adalah sewaktu dia melihat sebuah bola bercahaya kuning berputar di udara dan lenyap sewaktu baru saja ada di atas kepalanya. Hal ini terjadi sewaktu dia sedang bersama dengan kakak mertuanya di serambi rumahnya di kawasan Senen, Jakarta Pusat pada 1974.

Lia Eden. Foto: Istimewa
Lia Eden. Foto: Istimewa

Menurutnya lagi, peristiwa ajaib kedua yang telah megubah prinsip hidupnya berlaku pada malam 27 Oktober 1995 kala dia sedang bersantai. Pada masa itu, dia telah merasakan kehadiran pemimpin rohaninya, Habib al-Huda yang kemudian mengaku dirinya sebagai Jibril pada waktu itu. Setelah itu Lia Eden mengaku dia menerima bimbingan Malaikat Jibril secara terus menerus sejak 1997 hingga kini.

Selama dalam proses pembimbingan itu, ia mengatakan bahwa Malaikat Jibril menyucikan dan mendidik Lia Eden melalui ujian-ujian sehari-hari yang sangat berat, termasuk pengakuan-pengakuan kontroversial yang harus dinyatakannya kepada masyarakat atas perintah Jibril. Proses penyucian itu menurut ia sangat berat dan tak pernah berhenti hingga kemudian Tuhan memberinya nama Lia Eden sebagai pengganti namanya yang lama.

Di dalam penyuciannya, ia mengatakan bahwa Tuhan menyatakan Lia Eden sebagai pasangan Jibril sebagaimana ditulis di dalam kitab-kitab suci. Dan ia mengatakan bahwa dialah yang dinyatakan Tuhan sebagai sosok surgawi-Nya di dunia.

Kabar Lia Eden meninggal

Lia Eden meninggal dunia, pada Jumat (9/4/2021) lalu. Kabar Lia Eden meninggal dunia dari akun Facebook Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk), Minggu (11/4/2021).

Ratu Surga pengabar kesucian wahyu-wahyu Tuhan itu berpulang.

Lia Eden (Lia Aminudin) yang sejak 1995 meyakini terus menerima bimbingan malaikat Jibril telah meninggal Jumat lalu (9/4).

Paduka Bunda Lia Eden, demikian para pengikutnya menyapa, bersama komunitas Salamullahnya adalah simbol perjuangan kebebasan beragama dan berkeyakinan. Di masa bulan madu negara-MUI, era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Lia Eden dipenjara dua kali (2006 dan 2008) dengan Pasal Penodaan Agama.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close