Trending

Sederet psikopat ini kuliah di kampus ternama, UI sampai Unair

Kamu mungkin sering dengar istilah psikopat. Istilah itu merujuk pada seseorang yang manipulatif dan mudah buat mendapat kepercayaan orang lain. Mereka belajar untuk meniru emosi dan terlihat seperti orang yang normal. Nah, psikopat kebanyakan berpendidikan dan punya pekerjaan yang stabil. Saking jagonya memanipulasi, beberapa punya keluarga dan hubungan jangka panjang tanpa sifat aslinya diketahui.

Seseorang yang tergolong psikopat biasanya tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, dikutip dari Hello Sehat. Makanya banyak di antara mereka yang melakukan hal tak bermoral, bahkan kriminal, tanpa penyesalan dan rasa bersalah. Tapi, enggak semua psikopat adalah pembunuh berdarah dingin. 

Baca juga: Mantan istri bongkar aib kedua pelaku mutilasi Kalibata, doyan selingkuh

Beberapa kasus yang menggemparkan publik Tanah Air dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan. Mereka juga menyenyam pendidikan tinggi di kampus-kampus ternama. Alhasil publik pun melabeli mereka sebagai psikopat, berikut beberapa di antaranya.

Reynhard Sinaga

Reynhard Sinaga. Photo: Facebook via BBC.
Reynhard Sinaga. Photo: Facebook via BBC.

Reynhard Sinaga, si predaktor seks menggemparkan publik Inggris dan Indonesia. Dia memperkosa hampir 200 pria sambil merekam aksinya.

Reynhard merupakan lulusan Fakultas Teknik Universitas Indonesia tahun 2002-2006. Setelah lulus dari UI, dia melanjutkan ke Universitas Manchester, Inggris. Menurut temannya di UI, dikutip dari Kumparan, Reynhard sosok pendiam dan ramah. “Dia enggak banyak omong, pendiam. Sering senyum, ramah.” Selain itu, pria asal Jambi itu juga tidak pernah terlihat marah atau stres. Dia juga tergolong mahasiswa yang cerdas meski tidak menonjol.

Hakim Goddard QC yang memeriksa kasus Reynhard Sinaga melihat tidak ada perasaan bersalah dan penyelasan di wajahnya selama pengadilan, dikutip dari Suara.com.

Inspektur Senior Detektif Inspektur Zed Ali, dari Greater Manchester Police juga bilang kalau Reynhard Sinaga memiliki masalah gangguan narsistik dan psikopat.

Gilang fetish kain jarik

Gilang Aprilian Nugraha (22) pelaku fetish kain jarik. Foto: Suara.com

Kasus Gilang yang punya fetish kain jarik bikin geger beberapa waktu lalu. Gilang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga, Surabaya.

Demi memuaskan hasrat fetish-nya, Gilang memanipulasi mahasiswa baru. Berdalih untuk alasan riset, dia meminta mahasiswa pria untuk membungkus rapat badannya dengan kain jarik dari kaki hingga kepala.

Soal fetish kain jarik yang dimiliki oleh Gilang, Dr Boyke angkat bicara. Dia menyebut apa yang sudah dilakukan oleh Gilang membuatnya bisa disebut psikopat. “Jadi betul-betul dia adalah seorang psikopat, orang penderita penyimpangan seksual,” katanya, dikutip dari Insertlive.

Gegara melakukan pelecehan seksual berkedok riset bungkus-membungkus, Unair memberikan putusan drop out (DO) atau mengeluarkan Gilang.

Laeli Atik Supriyatin

Laeli Atik Supriyatin, pembunuh Rinaldi
Laeli Atik Supriyatin, pembunuh Rinaldi. Foto: Antara

Rinaldi Harley Wismanu dibunuh lalu dimutilasi menjadi 11 bagian. Pelaku perbuatan keji itu adalah sepasang kekasih, Laeli Atik Supriyatin dan Djumadil Al Fajri.

Laeli memikat korban lewat aplikasi kencan Tinder, lalu memancing korban datang ke tempatnya. Ketika itulah pembunuhan sadis yang sudah direncanakan itu terjadi.

Publik menjuluki sarjana lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia angkatan 2012 itu sebagai psikopat. Dari teman kuliahnya di FMIPA UI, Laeli merupakan sosok yang cerdas. “Dia baik-baik aja waktu berkuliah. Logic dan kritis banget, juga lumayan pinter,” ujar Ridwan, dikutip dari suaraindo.id—grup SuaraKalbar.co.id/jaringan Suara.com.

Kuliah di salah satu kampus negeri terbaik di Indonesia, Laeli aktif berorganisasi. Misalnya saja pada tahun 2014 dia terpilih menjadi Project Officer Pemilihan Raya UI. Punya sifat yang kritis, dia juga sering mengkritisi kinerja organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.

Kekinian, polisi akan memeriksa kejiwaan kedua pelaku. “Pemeriksaan psikiater rencana akan kami lakukan nantinya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close