Fit

Sedih, kerja seharian kakek renta cuma dapat Rp2000

Apa pun kondisi saat ini, kita layak bersyukur. Meski penghasilan mungkin berkurang drastis akibat pandemi COVID-19, masih banyak orang yang kondisinya sangat memprihatinkan. Seperti seorang kakek renta yang harus bekerja seharian tapi mendapat upah yang jauh dari layak.

Kakek renta itu berprofesi sebagai penjual barang bekas. Video yang diunggah oleh akun Instagram @silihasahsilihasihsilihasuh, terdengar percakapan si kakek dengan seorang pria. Kakek itu bernama abah Tono yang tinggal di Jawa Barat. Usianya sudah 70 tahun.

Setiap hari abah Tono berkeliling mencari barang bekas dengan karung rongsoknya. Penghasilannya jauh dari cukup. Per hari kadang abah Tono hanya mendapat uang Rp1500 sampai Rp2000 saja. Dengan penghasilan itu abah sudah bersyukur.

Baca juga: Hotman Paris berguru ke Aa Gym, gimana cara nolak wanita cantik

Si pria lanjut bertanya, “Cukup untuk makan?” Abah Tono menjawab kalau uang sebesar itu hanya cukup untuk memberi air minum. Masih penasaran, pria tersebut bertanya bagaimana abah Tono membeli makan, karena penghasilannya jauh dari kata cukup. Sedihnya, si kakek mengaku terbiasa tidak makan secara rutin. “Makannya gimana nanti saja. Terkadang makan, terkadang tidak,” katanya.

Ilustrasi sampah plastik
Ilustrasi sampah plastik. Foto: Hans Braxmeier dari Pixabay

Meski mendapat upah yang sangat kecil dari hasil mencari rongsok, bagi abah Tono jumlah tersebut besar. “Besar itu tuh menurut abah mah. Bisa beli kerupuk,” katanya. Walau tidak bisa makan, asalkan bisa membeli air untuk diminum dan kerupuk, hati abah Tono sudah tenang dan bersyukur.

Bantuan sosial dari pemerintah

Di masa pandemi dan selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pemerintah berkomitmen membantu warga yang terdampak. Abah Tono seharusnya menjadi salah satu warga yang berhak menerima bantuan dari pemerintah.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menetapkan sebagian wilayahnya akan menerapkan PSBB. Selama itu berlangsung, ia menyatakan akan memberikan bantuan bagi warga yang terdampak. Penerima bantuan merupakan kalangan miskin dan rentan miskin.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto: Instagram @ridwankamil

Bantuan pertama bisa didapatkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH). “Pintunya ada tujuh, pertama mereka akan dibantu oleh PKH, kedua mereka akan dibantu sembako oleh Kartu Sembako atau Pangan Non-tunai,” ujar Ridwan Kamil, beberapa waktu lalu dikutip dari Suara.com.

Ada juga bantuan dari Pemerintah Pusat lewat Bantuan Sosial yakni uang tunai senilai Rp 600.000 selama tiga bulan. “Mereka akan dibantu oleh presiden lewat Bansosnya, Rp600 ribu kali tiga bulan, kelima kalau di Kabupaten mereka akan dibantu pertama kali oleh Dana Desa,” katanya.

Untuk warga yang tinggal di Kabupaten, ia mengatakan sudah mengalokasikan dana desa 20-30 persennya untuk bantuan. Keenam dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam bentuk uang tunai senilai Rp 500.000 selama empat bulan.”Ketujuh kalau masi kurang akan diberikan oleh dana sosial dari Kota Kabupaten di lima wilayah,” kata Ridwan Kamil.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close