Hobi

Sejak Juli, China telah berikan vaksin COVID-19 ke petugas medis

Penelitian vaksin COVID-19 masih terus berlangsung hingga saat ini. Sebuah kabar terbaru menyebut bahwa sejak akhir bulan Juli, China telah memberi dosis vaksin COVID-19 untuk kelompok berisiko tinggi, termasuk tenaga medis, meski menurut kabar, uji klinis vaksin tersebut belum selesai.

Pada akhir pekan lalu, pejabat kesehatan China mengatakan bahwa negara itu telah menyetujui penggunaan darurat vaksin, yang dikembangkan oleh perusahaan obat Sinopharm yang berbasis di Beijing.

Baca juga: Pindah ke klub rival, 5 pemain ini disebut membelot dan dicap pengkhianat

Dilansir CNN International, otoritas setempat juga menambahkan bahwa mereka berharap untuk memperluas penggunaan vaksin ini untuk pekerja esensial lainnya dalam beberapa bulan mendatang, tepatnya ketika musim gugur dan musim dingin.

“Begitu kami membangun sistem kekebalan untuk petugas medis, orang yang bekerja di bidang pengoperasian kota, seperti transportasi, pedagang kebutuhan pangan, dan beberapa industri bidang jasa mungkin akan segera mendapat vaksin,” kata Zheng Zhongwei, direktur Sains dan Pusat Pengembangan Teknologi Komisi Kesehatan Nasional China.

Ilustrasi vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto Instagram @brandsynario

Melansir Live Science pada Selasa 25 Agustus 2020, pengumuman ini menyusul kabar Rusia yang menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 untuk kelompok tertentu, termasuk para pekerja medis pada pertengahan Agustus lalu.

China sendiri diketahui sudah menyetujui kandidat vaksin yang berbeda, yang dikembangkan, sebagian, oleh CanSino Biologics, sebuah perusahaan yang berbasis di Tianjin, untuk digunakan para personel militer. Vaksin tersebut telah diberikan kepada para personel militer sejak bulan Juni lalu.

Namun, tidak ada kandidat vaksin COVID-19 yang menyelesaikan uji klinis fase 3. Hanya uji coba fase 3, yang sering melibatkan puluhan ribu orang, yang dapat menentukan apakah vaksin dapat benar-benar mencegah infeksi COVID-19.

Ilustrasi vaksin corona. Foto: Riausky.
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Riausky.

Uji coba semacam itu adalah langkah penting dalam pengembangan vaksin, dan peraturan Amerika Serikat yang sudah lama berlaku menyebut membutuhkan uji coba fase 3 yang lengkap, sebelum vaksin COVID-19 disetujui.

Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat, mengatakan bahwa vaksin COVID-19 harus mengurangi kemungkinan infeksi setidaknya sebanyak 50 persen, dibandingkan placebo atau pengobatan yang tidak berdampak, yang digunakan sebagai variabel kontrol dalam suatu pengujian.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close