Unik

Sejarah kebudayaan Yahudi bakal jadi pelajaran sekolah di negara Islam, ini alasannya

Kabar terbaru datang dari salah satu negara Islam yang ada di dunia. Sejarah dan kebudayaan Yahudi bakal jadi salah satu mata pelajaran yang terdapat dalam standar kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah Maroko.

Menurut sejumlah pihak, hal ini akan menjadi titik terang di mana dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan tak dibatasi oleh sekat Suku, Agama, Ras dan Antargolongan alias SARA. Dengan demikian, mencairnya hubungan antara negara-negara Arab dan Israel berada di depan mata.

“Keputusan ini adalah yang pertama di dunia Arab,” kata Serge Berdugo, Sekretaris Jenderal Dewan Komunitas Kelompok Yahudi di Maroko kepada AFP, Casablanca.

Sejumlah negara Arab lain sebelum Maroko, yakni Uni Emirat Arab, Bahrain dan Sudan pada beberapa waktu lalu juga sempat menyampaikan kesepakatannya terkait menjaga harmoniasasi dan mengembalikan hubungan baik dengan Israel.

Berdasarkan catatan sejarah, Maroko sempat tak memiliki berhubungan resmi dengan Israel selama bertahun-tahun.

Kendati demikian, hampir ribuan lebih orang Yahudi yang merupakan warga negara Maroko kerap melakukan kunjungan ke tanah leluhur mereka di Israel untuk merayakan hari raya keagamaan atau sekadar berziarah.

Melalui Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengklaim, pihaknya akan segera membuka kembali kantor perhubungan yang berada di Tel Aviv dan Rabat.

Ilustrasi bendera maroko. Foto: Tripntravel
Ilustrasi bendera maroko. Foto: Tripntravel

Pada tahun 2000 silam, kantor tersebut memang sejatinya sempat digunakan oleh Maroko. Namun lantaran adanya Intifadah kedua Palestina, pihak Marokok memutuskan untuk membubarkan kantor perhubungannya.

Untuk memulihkan kembali hubungan kedua negara, pihak Israel akan segera membangun kembali hubungan diplomatik tersebut.

Pihak Maroko sendiri menyatakan kesepakatannya berhubungan dengan Israel melalui Raja Mohammed VI.

Diketahui, kesepakatan penambahan sejarah dan budaya Yahudi ke dalam kurikulum pendidikan di Maroko dirintis secara diam-diam sebelum kesepakatan diplomatik kedua negara diumumkan.

Hal itu lantaran mata pelajaran seputar sejarah dan budaya Yahudi jadi salah satu perombakan kurikulum sekolah di Maroko yang telah berlangsung sejak 2014 silam.

Menteri Pendidikan Maroko menegaskan pelajaran sejarah kebudayaan Yahudi bakal mulai masuk ke dalam kurikulum pada semester yang aka mendatang bagi kelas tahun akhir di Sekolah Dasar.

Kepala program akademik di kementerian pendidikan, Fouad Chafiqi mengungkapkan, langkah ini dipilih dengan tujuan untuk menekankan kepada siswa dan generasi Maroko di masa mendatang bahwa sebenarnya Maroko lahir dari keberagaman.

Ilustrasi sejarah Israel. Foto: Twitter
Ilustrasi sejarah Israel. Foto: Twitter

Komunitas Yahudi di Maroko sendiri sudah ada sejak jaman dahulu dan berkembang selama berabad-abad. Terutama saat kedatangan orang-orang Yahudi yang diusir dari Spanyol oleh raja-raja Katolik setelah 1492.

Pada saat itu atau tepatnya akhir 1940-an, orang Yahudi Maroko berjumlah sekitar 250.000 atau sekitar 10 persen dari populasi penduduk Maroko.

Setelah pembentukan negara Israel pada tahun 1948, banyak warga negara Maroko yang merupakan orang Yahudi meninggalkan Maroko dan bermigrasi kembali ke Israel.

Sekarang komunitas Yahudi di Maroko berjumlah 3.000 orang, masih merupakan yang terbesar di Afrika Utara.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close