Fit

Belum direstui BPOM, sejumlah anggota DPR nekat disuntik vaksin Terawan

Vaksin Nusantara atau Vaknus besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto belum juga mendapat restu dari Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito.

Namun vaksin tersebut per hari ini Rabu 14 April 2021, vaknus sudah digunakan oleh sejumlah pihak terutama pejabat di DPR. Salah satunya Abu Rizal Bakrie.

Muslima Fest

Selain Abu Rizal Bakrie, sejumlah anggota DPR RI dijadwalkan hari ini mendapat suntikan vaksin Nusantara.

Salah satu yang rencananya akan mengikuti adalah Wakil Ketua Komisi IX DPR Ri, Melki Laka Lena. Dia menuturkan dirinya masuk kategori karena belum pernah divaksin dan terkena Covid-19 pada Desember lalu.

“Saya mungkin akan ikut uji klinis tahap II karena bisa masuk kategori itu, karena saya kena Covid-nya bulan Desember [2020]. Sudah empat bulan lalu dan saya belum pernah divaksin. Saya memang nunggu vaksin Nusantara,” kata Melki dilansir laman CNBC Selasa 13 April 2021.

Ilustrasi botol vaksin Covid-19. Foto: WFAA-TV
Ilustrasi botol vaksin Covid-19. Foto: WFAA-TV

Sejauh ini dia belum mengetahui berapa orang yang akan disuntik vaksin Nusantara. Selain dari komisi IX akan ada dari komisi lain dan salah satu pimpinan yakni Sufmi Dasco Ahmad.

“Karena teman-teman yang pada mau ikut lagi pada reses, jadi sejauh yang bisa pulang malam ini sampai besok pagi mungkin 7-9 orang, Digabung sama dari komisi lain dan pimpinan DPR lain Pak Sufmi Dasco Ahmad,” ungkapnya.

Rencananya penyuntikan dilakukan di RSPDA Gatot Subroto Jakarta. Dijadwalkan mulai Rabu besok tapi Melki mengatakan ada beberapa anggota DPR juga yang meminta di hari Kamis dan Jumat.

Nantinya akan ada pengecekan lebih dulu sebelum divaksin. Jika memenuhi syarat maka bisa mengikutinya, ungkap Melki.

Dia menjelaskan metode vaksin Terawan sederhana dan bisa dimengerti. Lalu akhirnya mereka mengikuti jadwal mulai besok. Menurut Melki bukan hanya dirinya yang antusias menggunakan Vaksin Nusantara, namun juga Komisi IX lainnya yang dikatakan hampir semua ingin ikut.

Soal permasalahan vaksin Nusantara dengan BPOM, Melki mengatakan hanya soal teknis saja. “Nyangkut kurang ini kurang itu,” ujar dia.

Menurutnya pengujian ini jika berhasil bisa jadi penemuan baru di Indonesia dan juga dunia internasional. Hasil penelitian juga berpotensi untuk membantu orang.

Penny Lukito dan Terawan
Penny Lukito dan Terawan foto: Istimewa.

Belum direstui BPOM

Sebelumnya, Kepala BPOM Penny Lukito menyebut vaksin Nusantara belum memenuhi syarat.

Kepada media Penny menyebutkan bahwa ada sejumlah syarat yang belum dipenuhi sehingga pihaknya belum mengeluarkan izin uji klinis fase II untuk vaksin Nusantara.

Vaknus disebut Penny belum bisa lanjut ke tahap uji klinis selanjutnya karena beberapa syarat belum terpenuhi.

Syarat yang dimasksud di antaranya cara uji klinik yang baik (good clinical practical), proof of concept, good laboratory practice, dan cara pembuatan obat yang baik (good manufacturing practice).

Penny Lukito Kepala BPOM
Penny Lukito Kepala BPOM foto: Suara.com

“BPOM akan mendukung apapun bentuk riset apabila sudah siap masuk uji klinik, itu akan didampingi, tetap, tetapi tentu dengan penegakan berbagai standar-standar yang sudah ada,” kata Penny dalam Lokakarya Pengawalan Vaksin Merah Putih, dilansir Suara Selasa 13 April 2021.

Tak cuma masalah uji klinik, Penny menjelaskan ada proof of concept dari vaksin Nusantara juga belum terpenuhi. Antigen yang digunakan pada vaksin tersebut juga tidak memenuhi pharmaceutical grade.

Karenanya hasil dari uji klinis fase 1 terkait keamanan, efektivitas, atau kemampuan potensi imunogenitas untuk meningkatkan antibodi juga belum meyakinkan sehingga memang belum bisa melangkah untuk fase selanjutnya.

Penny mengatakan, pihaknya mendukung berbagai pengembangan vaksin asalkan memenuhi kaidah ilmiah untuk menjamin vaksin aman, berkhasiat, dan bermutu.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close