Siaran Pers

Sekolah Alam Planet Nufo: Keluarga pra-sejahtera bisa belajar, gratis

Sekolah Alam Planet NUFO (Nurul Furqon) sudah mulai membuka pendaftaran siswa/i atau santri baru. Sebagaimana awal dibuka tahun lalu, pendaftar justru berasal dari berbagai wilayah yang jauh. Jika tahun lalu masih dalam lingkup Jateng, Sulawesi, Jawa Barat, Banten, dan DKI, tahun ini yang mendaftar makin meluas.

Sekolah alam yang didirikan di sebelah timur Desa Mlagen, Kec. Pamotan, Kab. Rembang ini memang memiliki berbagai keunikan yang merupakan keunggulannya. Program unggulannya adalah menghafalkan al-Qur’an dengan terlebih dulu memahami artinya dalam waktu relatif singkat. Dengan memahami arti terlebih dulu, proses menghafal menjadi cepat dan fungsional untuk pembangunan pemahaman dan intelektual.

Baca Juga: Panglima Kumbang yang kawal Habib Bahar tak sembarangan, kebal senjata

Sekolah ini didesain untuk melahirkan muslim intelektual profesional. Yang kuat di bidang akademik, jika IPA diarahkan untuk mengambil jurusan profesi, di antaranya dokter, insinyur, pakar IT, dan jika IPS diarahkan ke hukum dan ekonomi. Tentu tidak menutup kemungkinan lain sesuai dengan potensi paling menonjol anak.

Sekolah ini berbasis utama pada guru yang berkualitas. Semua guru berusia muda dan menempuh studi pascasarjana. Selain itu, jumlah guru benar-benar mencukupi. Jika rasio guru:murid di Indonesia sangat kecil, karena satu berbanding puluhan, di Planet NUFO didesain satu guru tidak boleh mengurus lebih dari empat orang murid.

Planet NUFO berusaha keras untuk melampaui rasio guru di Finlandia. Prinsip utama yang dianut adalah “Belajar bisa tanpa gedung, tetapi tidak bisa tanpa guru”. Maka yang diutamakan bukan bangunan fisik, melainkan kualitas SDM pendidik. Dan itu justru lebih mahal bahkan tak ternilai. Kalau melihat lingkungan Planet NUFO memang sangat sederhana. Dari aspek bangunannya, hanya berbeda di bentuk sebagian pemondokannya yang mirip rumah hobit dari gorong-gorong berdiameter 2 meter.

Banyak juga ayunan yang didesain berpasangan yang ternyata untuk aktifitas simaan al-Qur’an karena harus dilakukan oleh minimal dua orang; ada yang disimak, ada yang menyimak. Simaan jadi asyik, terlihat tanpa beban hafalan. Namun, karena penekanan kepada guru itulah, sekolah ini berbiaya mahal. Sebab, seluruh biaya untuk kebutuhan pendidikan, dibebankan kepada orang tua. Tidak ada subsidi dari pemerintah.

“Kami ingin mengurus murid dengan serius. Karena itu, kami menggunakan sistem seleksi yang unik. Jika calon murid cocok dengan guru, dan gurunya juga cocok, maka akan kami terima. Sebab, nanti kami membutuhkan totalitas dalam belajar bersama. Jadi seleksinya butuh waktu minimal tiga hari tinggal bersama kami di Planet NUFO. Dan para guru yang semuanya juga aktivis, sudah terbiasa mengelola kaderisasi”, kata Abdul Rozaq, Kepala Sekolah Alam Planet NUFO.

Namun, yang unik lagi, anak-anak dari keluarga pra sejahtera atau tidak mampu, tetap bisa sekolah di Planet NUFO dengan biaya semampu orang tua, atau bahkan tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Lalu dari mana biayanya?

Brosur Sekolah Alam Planet Nufo
Brosur Sekolah Alam Planet Nufo

Kalau biaya berasal dari donatur, itu adalah cara yang sudah umum. Yang dilakukan Planet NUFO adalah keluar dari cara itu, atau setidaknya mencari cara lain untuk menambah kemampuan. Sekolah ini memiliki kurikulum yang unik. Para murid sejak awal telah diajak untuk kembali ke alam dan terjun langsung menjalani kehidupan nyata. Salah satu materi pelajarannya adalah memelihara kambing dan menanam tanaman berupa sayur, cabai, dll.

Dari sini, sesuai dengan nama sekolah alam, para muridnya benar-benar bisa mengalami secara langsung, sehingga memiliki inspirasi dari tempat-tempat yang telah mereka jelajahi. Dengan begitu, mereka jadi lebih semangat, kreatif, dan inovatif. Dari usaha-usaha tersebut, para murid bisa berlatih mandiri dan hasilnya bisa untuk membiayai diri sendiri. Anak-anak SMP sudah terbiasa dengan tanaman dan hewan peliharaan.

“Mereka bisa menghafalkan al-Qur’an sambil menunggui kambing yang sedang merumput. Pelajaran ini diinspirasi oleh hadits ‘Tidaklah Allah mengutus seorang rasul, kecuali dia adalah seorang penggembala kanbing’. Dan saya dulu saat SMP kelas III sdh punya 18 ekor kambing. Saya jual saat SMU kelas I untuk membeli kitab-kitab yang saya perlukan.” Kata Dr. Mohammad Nasih, salah satu pendiri Sekolah Alam Planet NUFO yang juga pengajar di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ dan pendiri Rumah Perkaderan MONASH INSTITUTE yang berpusat di Semarang.

Menurut Nasih, ide keharusan berwirausaha itu muncul karena SDM hasil pendidikan di Indonesia masih sangat tertinggal. “Bayangkan, al-Fatih dalam usia 21 tahun sudah memimpin pasukan super besar dan tangguh menundukkan Konstantinople. Nah, anak-anak kita, usia 21 tahun belum menyelesaikan kuliah. Usia 22-23 tahun baru lulus kuliah, tapi lalu bingun mau kerja apa? Kan gawat itu. Maka harus kita latih sejak kecil. Tidak ada pilihan lain lagi”, imbuhnya.

Selain itu, para pendiri Sekolah Alam Planet NUFO adalah juga pengusaha sukses di bidangnya masing-masing. “Kami ingin menularkan virus berwirausaha kepada generasi muda muslim, agar mereka nanti berdaya secara ekonomi. Harus dimulai sejak belia. Tidak hanya menghafal al-Qur’an, tetapi juga harus pintar dagang. Sebab, perjuangan butuh uang. Seperti membuat Planet NUFO ini juga memerlukan dana yang cukup. Sebab, kami sama sekali tidak mengandalkan bantuan pemerintah. Jika ada teman-teman yang ikut, ya alhamdulillah. Kami jalan dengan kekuatan sendiri, atas pertolongan Allah”, kata Arief Budiman yang juga pemilik SD Islam al-Furqon Kota Rembang.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close