Hobi

Selain eHAC, aplikasi PeduliLindungi juga diduga berbahaya

Belakangan, publik dihebohkan dengan dugaan kebocoran data pengguna aplikasi eHAC milik Kemenkes RI di internet. Meski begitu, pemerintah mengatakan sudah melakukan investigasi perihal tersebut dan telah meminta masyarakat untuk menghapus aplikasi eHAC yang lama, yang masih terpisah dari PeduliLindungi.

Belum selesai kehebohan aplikasi eHAC, aplikasi PeduliLindungi, yang saat ini digaungkan pemerintah untuk dipasang juga ternyata tak lepas dari potensi bahaya. Hal itu diungkapkan oleh Ismail Fahmi, analis media sosial sekaligus pendiri Drone Emprit.

Fahmi mengungkap berbagai kelemahan aplikasi PeduliLindungi yang merupakan besutan Kemen Kominfo tersebut. Kata dia, salah satu kelemahannya adalah aplikasi tersebut terlalu sering meminta akses, terutama akses GPS atau pelacak lokasi pengguna di tampilan latar belakang.

“Aplikasi PeduliLindungi ini selalu minta akses lokasi. Terus aplikasi kerap memberikan notifikasi di ponsel,” kata Ismail dikutip Suara–jaringan Hops.ID–Rabu, 1 September 2021.

Menurut Ismail, akses lokasi di aplikasi PeduliLindungi tak perlu lah melacak pengguna terus menerus. Ujarnya, akses lokasi cukup dinyalakan di beberapa tempat penting saja.

Aplikasi PeduliLindungi. Foto: Antara
Aplikasi PeduliLindungi. Foto: Antara

“Kita enggak perlu dipantau ke mana-mana. Kalau misalkan mau ke mal, ya sudah GPS harusnya menyala di sana saja. Kalau ke luar sebentar atau kamar mandi, itu enggak perlu dinyalakan (GPS) seharusnya,” jelasnya. 

Ismail Fahmi sendiri dalam menggunakan aplikasi PeduliLindungi, menerapkan sistem download-hapus. Maksudnya, dia akan mengunduh aplikasi tersebut jika ingin bepergian atau memasuki suatu tempat umum. Namun jika urusan sudah selesai, ia akan kembali menghapusnya.

“Hapus-download kalau saya, jadi berulang saja. Meskipun tidak praktis,” kata Ismail.

Bukan tanpa alasan Ismail Fahmi menerapkan sistem itu. Dia mengatakan, belum yakin akan keamanan data dari aplikasi PeduliLindungi. Apalagi, dengan kabar adanya kebocoran data pengguna di eHAC belum lama ini.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan sendiri mengakui bahwa aplikasi PeduliLindungi memang masih belum ramah digunakan masyarakat. Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes, Anas Ma’ruf mengaku pihaknya banyak mendapat laporan bahwa aplikasi memang masih sulit diakses masyarakat banyak.

“Tentu pemerintah akan meningkatkan dan mengembangkan aplikasi PeduliLindungi sehingga fitur-fitur dan akses menjadi lebih mudah,” kata Anas dalam konferensi pers virtual.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close