Trending

Selamat dari Covid-19 berkat plasma konvalesen, pakar epidemiologi: ‘Abu Janda beruntung’

Pegiat media sosial bernama Permadi Arya alias Abu Janda mengaku selamat dari Covid-19 berkat donor plasma konvalesen. Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith Dicky Budiman menyebut pasien Covid-19 yang mendapatkan donor plasma konvalesen seperti Abu Janda adalah orang-orang yang beruntung.

Dikatakan Dicky Budiman, secara ilmiah hingga saat ini memang belum terkonfirmasi pasti terkait plasma konvalesen dapat menyembuhkan Covid-19 namun bukan berarti tidak sama sekali. “Jadi sejauh ini riset terakhir dalam seminggu terakhir, makin memberikan sinyal positif,” ujar Dicky seperti dilansir dari detik, Selasa (21/7/2021).

Menurut Dicky, ada sejumlah tantangan pasien Covid-19 mendapatkan donor plasma konvalesen. Pertama, plasma yang didonor tersebut harus dalam keadaan titer yang tinggi, artinya kadar antibodi Covid-19 yang berada di dalam tubuh donor mesti tinggi.

“Mengoleksi plasma dengan titer yang tinggi ini tidak mudah,” ujar Dicky.

Terdapat batasan titer warga dapat mendonorkan plasma konvalesennya, sehingga sangat jarang ketersediaannya. “Batasnya adalah di 1:250 untuk titernya,” kata Dicky.

Selanjutnya, plasma itu harus segera didonorkan ke pasien sedini mungkin ketika terpapar Covid-19. Harga yang mahal juga menjadi kendala.

“Tantangan berikutnya memberikannya seawal mungkin atau sedini mungkin dari status diagnosa Covid ketika masuk rumah sakit kan itu menjadi tantangan tersendiri karena proses mendapatkan plasma itu juga terkait masalah harga mahal sekali,” tutur Dicky.

Ilustrasi plasma konvalesen. Foto: Unpad
Ilustrasi plasma konvalesen. Foto: Unpad

Melihat banyaknya tantangan mendapatkan donor plasma konvalesen menyebabkan hanya orang-orang beruntunglah yang mendapatkannya.

“Yang jelas orang-orang yang beruntunglah yang mendapatkan plasma ini. Karena itu, dapatnya tadi titer plasma tinggi dan juga harus cepat,” papar Dicky.

Abu Janda selamat berkat plasma konvalesen

Abu Janda sendiri sudah dinyatakan sembuh dari Corona setelah 10 hari dirawat di RS Mayapada, Jakarta Selatan. Abu Janda mengaku terselamatkan karena mendapatkan donor plasma konvalesen.

“Saya selamat karena plasma, saya saksi hidup selamat karena plasma,” tutur ujar Abu Janda dikutip dari detik.

Dalam Instagramnya @permadiaktivis2, Abu Janda mengekpresikan kebahagiannya bisa sehat kembali dan diizinkan pulang.

Saya dikasih pulang. Saya terpapar, saya komorbid, saya berat, tapi saya selamat.. berkat kerja keras para dokter & nakes. jihadis pejuang sebenar-benarnya, para santo, para pahlawan..Terima kasih dokter Monica @threes_rahardjo, dokter Shinta @shintavera , dokter Doni, dokter Septian, dan seluruh kru nakes RS Mayapada. Kalian malaikatku. Saya yang hampir mati bisa selamat.. harapan masih ada..kita akan lewati semua ini meskipun berat.. DON’T GIVE UP,” ujar Abu Janda.

Abu Janda mengatakan ia masuk UGD RS Mayapada dengan gejala yang berat. Ditambah lagi, Abu Janda punya penyakit bawaan yang memperparah kondisinya. “Aku masuk UGD itu kondisiku berat, aku komorbid paru. Itu yang bikin berat,”katanya.

Abu Janda mendapatkan 3 kantong plasma konvalesen. Kondisinya terus membaik setelah mendapatkan donor.

Donor plasma konvalesen. Foto: Merdeka
Donor plasma. Foto: Merdeka

“Jadi setelah diberikan plasma kedua itu batuk mulai reda, napas mulai agak plong. Setelah plasma ketiga, batuk hilang, terus napas akhirnya bisa lega,” tuturnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close