Hot

Sempat atheis, ini alasan dr Tirta masuk agama Islam

Tirta Mandira Hudhi atau yang karib disapa dokter Tirta berkisah tentang perjalanan masuk agama Islam setelah mengaku pernah tidak percaya adanya Tuhan. Pernyataan tersebut dilontarkan langsung oleh ayah dua anak itu saat menjadi bintang tamu dalam salah satu talkshow di tvOne baru-baru ini.

Tak banyak yang tahu kalau dokter Tirta terlahir dari orang tua yang beda agama. Sempat atheis, dokter jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut kemudian mengungkapkan alasan mengapa ia memutuskan untuk menjadi seorang mualaf. Seperti apa? Simak ulasan berikut.

Baca juga: Usai ribut, dr Tirta dan Jerinx berdamai: Stop narasi adu domba

Masa lalu dokter Tirta

Dokter yang aktif menyuarakan tentang virus corona (Covid-19), Tirta Mandira Hudhi berkisah banyak hal tentang kehidupan pribadinya dalam YouTube Talk Show tvOne baru-baru ini. Yakni soal kehidupan masa lalu hingga agama yang dianutnya.

Pria 29 tahun tersebut menjelaskan bahwa ia banyak melakukan kesalahan di masa lalu hingga harus bercerai di usia muda. Berbagi pengalaman pahit, dokter Tirta berharap agar kaula muda tidak mengikuti jejaknya.

dr Tirta
dr Tirta Photo: Instagram @dr Tirta

“Aku banyak melakukan kesalahan, aku nikah di usia muda, aku cerai juga di usia yang sangat muda. Terus aku menebus itu mengajarkan ke anak muda kayak ‘lu jangan sampai kayak gue nih’,” kata dokter Tirta dalam YouTube Talk Show tvOne.

Baca juga: Kemarin teman kini lawan, dr Tirta serang Jerinx: Esuk dele sore tempe

Dalam kesempatan tersebut juga, pria asal Surakarta ini mengungkapkan alasan mengapa ia memilih untuk menikah di usia muda.

“Pada aku memutuskan nikah muda tuh jujur aku arogan banget, aku ngerasa punya duit, (usia) 22 (tahun), aku ngerasa punya ekonomi. Ternyata aku menghancurkan hidup orang,” ujarnya.

Agama dokter Tirta

Selain itu, dokter Tirta juga mengungkapkan bagaimana perjalanan spiritual hingga ia dikenal oleh masyarakat luas. Meski sudah bercerai, dua anak pebisnis jasa cuci sepatu itu bangga melihat ayahnya sering muncul dalam tayangan televisi. Tapi tak banyak yang tahu kalau dokter yang pernah berseteru dengan Jerinx ini terlahir dari orang tua yang beda agama.

dr tirta agama
Sumber: YouTube Talk Show tvOne

“Aku lahir dalam kondisi yang jujur enggak enak ya. Bapakku adalah seorang petani, dia Jawa dan Muslim. Ibuku keturunan Cina, dia lulusan pertanian tapi karena enggak ada duit, dia jadi karyawan tapi Non Muslim. Mereka nikah melahirkan aku anak tunggal,” ucapnya.

Baca juga: Usai ribut, dr Tirta dan Jerinx berdamai: Stop narasi adu domba

Yang paling mengharukan tentang kehidupan pribadinya adalah saat tragedi 1998 di tempat kelahirannya, Solo. Setelah mengetahui ibunya loncat dari lantai 24, ia mengaku tidak percaya adanya Tuhan.

“Yang dari situ aku ngerasain tragedi 98 di Solo, pada waktu itu nyokap loncat dari lantai 24, pilihannya cuma dua mati dibakar atau loncat, nyokap pilih loncat. Dari situ aku tahu tentang rasialisme, sara, agama, dan aku memutuskan untuk atheis dari SD, SMP, SMA,” tuturnya.

Baru lah setelah bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang saat menempuh pendidikan kuliah, dokter Tirta memutuskan untuk menjadi seorang mualaf.

“Cuman ketika aku masuk UGM, aku ketemu dengan berbagai macam orang karakter, kalau kita di kampus itu banyak kawan dari suku mana, suku mana. Dari situ aku terbuka dan aku memutuskan untuk mualaf di usia 23 tahun dan ya sudah, aku bisa menghargai agama lain. Jadi sekarang kalau ada orang beribadah atau apa, aku tidak langsung close minded ya, dari situ aku respek,” pungkas dokter Tirta.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close