Trending

Semprot Amerika, China akui tentaranya lagi siaga tinggi: Siap bertarung kapan saja

Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China saat ini sedang dalam siaga tinggi. Mereka bersumpah akan menghancurkan tindakan separatis yang mendukung kemerdekaan Taiwan. China pun memberikan Amerika Serikat (AS) peringatan keras terkait hal tersebut.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional China, Tan Kefei, menyatakan ketidakpuasan yang sangat besar dan menentang dengan tegas pernyataan AS yang mengklaim latihan militer China di Selat Taiwan dapat merusak perdamaian dan stabilitas kawasan.

Muslima Fest

Dia juga dengan tegas menyatakan bahwa PLA sedang dalam siaga tinggi dan siap bertarung kapan saja. Dalam pidatonya, Tan mengatakan bahwa akan mengalahkan semua campur tangan asing dan tindakan separatis kemerdekaan Taiwan.

Lebih lanjut, Tan juga menegaskan bahwa pernyataan Amerika tersebut sangat bertentangan dengan fakta dan malah membuat kacau suasana.

Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China. Foto: TRT World
Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China. Foto: TRT World

“Hanya ada satu China, dan Taiwan adalah bagian dari wilayah China. Pemerintah Republik Rakyat China (RRC) adalah satu-satunya pemerintahan resmi yang mewakili seluruh China, yang telah menjadi fakta dasar yang diakui oleh masyarakat internasional. Prinsip satu-China adalah fondasi politik hubungan China-AS, dan juga esensi inti dari tiga komunike bersama China-AS,” kata Tan disitat Global Times, 17 Oktober 2021.

Tan menjelaskan, pertanyaan seputar Taiwan adalah bagian dari urusan dalam negeri China, yang tidak memiliki campur tangan eksternal.

Seperti diketahui, Amerika Serikat dengan keras kepala menerapkan strateginya untuk menahan China dengan pertanyaan terkait Taiwan, dengan memberikan pernyataan dan tindakan negatif, meningkatkan komunikasi dengan pejabat Taiwan, berkolusi dengan kegiatan militernya hingga menjual senjata ke Taiwan. Langkah yang sangat ditentang oleh China daratan.

Kapal-kapal AS juga telah berulang kali berlayar melalui Selat Taiwan, dan AS telah mendaratkan pesawat militernya di pulau itu.

Kapal perang berpeluru kendali Amerika Serikat, USS Barry. Foto: USNI News
Kapal perang berpeluru kendali Amerika Serikat, USS Barry. Foto: USNI News

“Semua kegiatan provokatif ini telah merusak hubungan militer bilateral dan merusak situasi perdamaian regional Selat Taiwan,” kata juru bicara tersebut.

“Separatisme kemerdekaan Taiwan adalah hambatan terbesar bagi reunifikasi nasional dan bahaya tersembunyi yang serius bagi peremajaan nasional China. Kolusi konstan Partai Progresif Demokratik (partai yang berkuasa di Taiwan) dengan kekuatan asing adalah akar penyebab ketegangan di Selat Taiwan,” ujar Tan lagi.

Pada pidatonya itu, Tan juga menyampaikan bahwa reunifikasi nasional Taiwan dengan China daratan harus diwujudkan dan akan direalisasikan.

China juga mendesak AS untuk mematuhi prinsip satu-China dan tiga komunike bersama China-AS dan memperbaiki kesalahannya serta menghentikan segala bentuk kontak resmi dan hubungan militer dengan Taiwan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close