Trending

Pantas ditolak, Muslim Arbi sebut sepak terjang tokoh Mustafa Ataturk

Tokoh pendiri bangsa Turki yang namanya akan dijadikan nama jalan di Jakarta langsung mendapat berbagai macam kritikan hingga sejarah tokoh dimaksud. Salah satunya Direktur Gerakan perubahan Muslim Arbi yang mengungkap sosok Mustafa Kemal Ataturk memiliki sejarah anti-islam.

Meski Arbi menilai penggunaan Mustafa Ataturk sebagai nama jalan, dengan santai dirinya meminta masyarakat tak perlu ditanggapi. Walaupun dirinya mengatakan bisa menjadi upaya adu domba masyarakat nantinya.

Muslima Fest

Sebelum memilih tokoh penggunaan nama jalan di Jakarta Muslim Arbi berpesan untuk mengetahui terlebih dahulu sosok dan sejarahnya. Karena Mustafa Ataturk merupakan tokoh yang sangat dipuja oleh kalangan sekuler dan agen kolonial.

Mustafa Ataturk
Pendiri Turki Mustafa Ataturk Foto: Wiki

Tokoh Attaturk sendiri menjadi pujaan kalangan sekuler karena dirinya berhasil menghancurkan Khilafah Turkey Utsmani. Hal inilah yang membuat umat Islam sangat membenci sosok Mustafa yang dicap sebagai perusak Islam.

Penamaan jalan Mustafa Ataturk bentuk adu domba

Penamaan jalan Mustafa sendiri sebagai bentuk adu domba yang bisa saja terjadi di masyarakat Indonesia. Terlebih dari sejarah dari sosok tokoh Mustafa Ataturk yang dibenci umat Islam dari dulu.

“Sebaliknya dunia Islam, membenci Mustafa Ataturk sebagai perusak Islam, dan kaum Muslimin. Penamaan nama jalan di Jakarta, hanyalah upaya adu domba saja,” ujar Muslim dikutip RMOL, Minggu 17 Oktober 2021.

Karena kata Muslim, penamaan jalan dengan nama Mustafa Kemal Ataturk hanyalah menonjolkan tokoh sekuler sekaligus agen kolonialis Inggris dan perusak Islam.

“Jika Kemal Attaturk dipaksakan sebagai nama jalan di Jakarta, dapat dikatakan, ini sebagai simbol sekularisasi negeri ini. Apakah itu yang dikehendaki rezim ini?” pungkas Muslim.

Mustaga Kemal Ataturk
Mustaga Kemal Ataturk Foto: ISt

Ada barter di penamaan jalan Jakarta

Nama jalan di Jakarta yang rencananya menggunakan nama tokoh pendiri bangsa Turki, Mustafa Kemal Ataturk menimbulkan spekulasi liar dari masyarakat. Bahkan pengamat mencurigai adanya barter atas penggunaan nama jalan di Jakarta.

Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saifual Anam menilai penggunaan usulan nama jalan di Jakarta diganti dengan nama tokoh Turki, Mustafa Kamal Attarurk seharusnya tidak di paksakan.

Penggantian justru akan menimbulkan polemik dan pertanyaan dari masyarakat, terkait adanya penggantian nama jalan di kawasan Menteng Jakarat. Saiful Anam bahkan curiga apakah penggunaan nama tokoh tersebut adanya barter.

Kawasan bisnis SCBD, Jakarta. Foto: Wikipedia
Kawasan bisnis SCBD, Jakarta. Foto: Wikipedia

“Apakah ada barter terhadap penamaan Mustafa Kemal yang dikenal sekuler yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan budaya bangsa?” ujarnya dikutip Rmol, Minggu 17 Oktober 2021.

Apalagi, kata Saiful, rencana penamaan jalan di Menteng, Jakarta Pusat tersebut menimbulkan banyak penolakan dari berbagai kalangan masyarakat. Mayoritas menganggap Kemal Ataturk sebagai tokoh sekuler.

“Saya kira masih banyak pahlawan-pahlawan bangsa yang belum diabadikan menjadi nama jalan, yang saya kira tentu nama-nama pahlawan tersebut lebih layak daripada Mustafa Kemal,” pungkas Saiful.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close