Trending

Sering dijenguk dan digendong, bayi usia 40 hari meninggal karena corona

Seorang bayi berusia 40 hari di Tlanakan, Pamekasan, Jawa Timur terjangkit virus corona dan meninggal dunia, lantaran sering dijenguk dan digendong oleh banyak orang. Sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Smart Pamekasan, nyawa bayi tersebut tidak dapat tertolong.

Baca Juga: Selain nanas, buah dan sayur ini baiknya dihindari oleh ibu hamil

Dilansir dari Tribun, Ketua Satgas Penanganan Pasin Covid-19 RSUD Smart Pamkeasan, Syaiful Hidayat, mengatakan bahwa bayi tersebut lahir dan dibawa pulang dalam keadaan sehat. Namun, begitu sampai di rumah, banyak kerabat serta orang-orang yang menjenguk secara bergantian.

Bayi itu pun kemudian mengalami demam, batuk, dan sesak nafas tak lama kemudian. Lantaran mengalami gejala yang mirip dengan Covid-19, bayi tersebut segera menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Smart City.

Setelah diperiksa, bayi itu ternyata positif Covid-19 pada usianya yang ke-28 hari. Sementara kedua orang tuanya dinyatakan negatif. Karena kondisinya yang semakin memburuk, bayi itu meninggal pada usianya yang ke-40 hari.

Bayi
Bayi Photo:Pixabay

Hal senada juga disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kab. Pamekasan.  Diketahui bahwa daerah rumah korban memang banyak orang dengan status Pasien Dalam Pengawasa (PDP) dan positif corona yang masih beraktivitas seperti biasa. Selain itu, ada pula orang positif corona yang tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga sulit untuk diketahui secara pasti.

Tak heran jika peristiwa ini membuat sang Ibu sangat terpukul.

Sebelumnya, nasib yang sama juga menimpa seorang bayi di Buton, Sulawesi Tengah yang meninggal tak lama setelah dinyatakan sebagai PDP virus corona.

Morfologi virus corona. Foto: Media Indonesia
Morfologi virus corona. Foto: Media Indonesia

Menurut data yang dirilis Ikatan Dokter Anak Indonesia sendiri, sebanyak 14 anak (0-17 tahun) meninggal dari 584 anak terjangkit corona. Sementara dari 3.324 anak berstatus PDP,  sebanyak 129 di antaranya meninggal sebelum menjalani tes swab atau pemeriksaan lebih lanjut.

Sebuah laporan dari Journal of the American Medical Association (JAMA) mengemukakan bahwa pasien corona umumnya berusia 49—56 tahun. Tertulis juga bahwa pasien anak masih masuk kategori langka atau jarang.

Meski terbilang rendah dibandingkan dengan angka penderita Covid-19 yang menjangkit orang dewasa dan lansia, namun angka tersebut tetaplah memprihatinkan. (re2)

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close