Fit

Sering merasa haus dan lapar tanpa sebab, bisa jadi gejala diabetes

Di bulan Ramadan, aktivitas makan dan minum hanya dilakukan di malam dan dini hari. Jika mendapat asupan makanan bergizi dan cairan yang cukup, biasanya akan membantu menjalankan ibadah puasa dengan lancar. (gejala diabetes)

Namun pernahkah Anda menjalankan ibadah puasa, namun perut terasa sangat lapar juga haus setiap saat, padahal Anda menjalani waktu sahur dengan menu yang bergizi dan cukup konsumsi cairan juga cukup? Jika kondisi Anda disertai rasa lelah yang berkepanjangan, maka Anda harus waspada, bisa jadi itu bagian dari gejala diabetes tipe 2.

Baca juga: Tak cuma atasi diabetes, daun sambiloto juga bisa cegah corona?

Baca Lainnya

  • Gejala diabetes memang cukup beragam, bahkan terkadang gejala tersebut terjadi ‘samar-samar’ sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya.

    Seperti diketahui, diabetes termasuk salah satu faktor risiko pemicu COVID-19. Karena itu pengendalian diabetes untuk mencegah penularan COVID-19.

    Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

    Dilansir laman healthline, diabetes punnya faktor risiko yaitu, riwayat keluarga (keturunan), faktor gegrafi, faktor usia, hingga pemicu lainnya seperti gaya hidup dan obesitas.

    Diabetes dan rasa lapar haus yang tak terkendali

    Diabetes disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel, sehingga glukosa menumpuk dalam darah. Pada diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan karena pankreas tidak dapat memproduksi hormon tertentu.

    Sedangkan pada diabetes tipe 2, gangguan ini terjadi akibat tubuh tidak efektif menggunakan hormon tertentu atau kekurangan hormon tertentu yang relatif dibandingkan kadar glukosa darah.

    Kadar glukosa yang tinggi ini dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, dan sistem saraf, sehingga mengakibatkan berbagai macam komplikasi.

    Diabetes
    Diabetes photo: Pixabay

    Komplikasi yang dimakusud di antaranya frekuansi buang air meningkat, berat badan turun drastis tanpa sebeb yang jelas, lemas dan merasa lelah, pandangan kabur, Sering mengalami infeksi pada kulit, saluran kemih, gusi, atau vagina, dan sering merasa lapar haus sepanjang hari padahal asupan makanan dan air tercukupi.

    Perasaan lapar dipengaruhi oleh nafsu makan yang diatur oleh sistem endokrin, pencernaan, dan persarafan dalam tubuh. Ketika mengonsumsi atau mencium suatu makanan, tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak untuk menentukan apakah Anda sedang lapar dan butuh makan, atau sudah kenyang.

    Rasa lapar dan nafsu makan itu sendiri muncul karena adanya rangsangan di area hipotalamus.

    Melansir diabetessisters.org, penyebab dari rasa lapar ini adalah tingginya kadar insulin yang diperburuk dengan konsumsi terlalu banyak karbohidrat atau makanan dengan indeks glikemik tinggi, yakni makanan yang cepat berubah menjadi gula).

    Penyebab lainnya adalah masalah fisik, yaitu kekurangan hormon incretin. Hormon ini bertanggung jawab dalam mengendalikan gula darah setelah makan.

    Hormon ini mengurangi aliran gula dari hati setelah makan, meningkatkan produksi insulin alami ketika seseorang makan karbohidrat, dan memperlambat pencernaan.

    Saat pencernaan melambat, akan ada lebih sedikit gula yang diserap ke dalam aliran darah dari usus. Perlambatan pencernaan juga menyebabkan lebih banyak makanan menumpuk di perut dalam jangka waktu lebih lama.

    Jadi, ketika seorang penderita diabetes tipe 2 kekurangan incretin, perut akan lebih cepat kosong. Artinya, mereka dapat merasa lapar dalam sesaat, bahkan setelah makan.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close