Fit

Sering pura-pura bahagia bisa jadi kamu eccedentesiast, ada 5 ciri

Seringkali kesedihan enggak bisa ditunjukkan. Makanya banyak yang memilih untuk menyembunyikannya di balik senyuman. Nah, orang yang hobi pura-pura bahagia ini dalam psikologi dikenal sebagai eccedentesiast dengan sederet ciri.

Sebutan eccedentesiast ditujukan untuk mereka yang menutupi perasaannya dengan senyuman agar orang lain mengira dia bahagia. Hal tersebut juga dikenal sebagai smilling depression, jenis depresi yang seringkali tidak terdeteksi.

Muslima Fest

Apakah eccedentesiast berbahaya? Dilaporkan oleh Verywell mind, 1 November 2021, dilansir dari VOI, kondisi tersebut bukanlah diagnosis klinis tapi masalah nyata yang dialami oleh banyak orang. WHO melaporkan pada Januari 2020, sebanyak 265 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi. Banyak di antaranya yang menutupi depresi dengan memasang senyum bahagia.

Karena hal tersebut memengaruhi kesehatan mental, bisa dibilang kondisi ini berbahaya. Nah, seseorang yang eccedentesiast bisa menunjukkan lima ciri berikut:

Selalu terlihat bahagia dan ceria

Tentu saja semua orang ingin bahagia tapi faktanya hidup enggak selalu indah, kan? Seseorang yang eccedentesiast akan selalu terlihat bahagia dan ceria di depan orang lain. Bagi orang di sekitar, mereka sepertinya tidak punya beban hidup.

Ilustrasi kehidupan, motivasi, kebahagiaan, dan inspirasi. Foto: Pexels
Ilustrasi kehidupan, motivasi, kebahagiaan, dan inspirasi. Foto: Pexels

Soalnya bagi para penderitanya, kesedihan, perasaan terluka dan depresi cukup hanya mereka saja yang rasakan. Hal itu bakal jadi masalah kalau orang lain sampai mengetahuinya.

Cenderung introvert

Ciri eccedentesiast selanjutnya adalah tidak ingin orang lain tahu terlalu banyak tentang kesedihan mereka. Makanya mereka cenderung menjadi pribadi yang tertutup. Meski orang tersebut terlihat mandiri, dia tidak ingin orang lain untuk membantunya.

Hanya curhat ke teman terdekat

Orang yang bukan teman dekat enggak akan tahu apa yang mereka rasakan. Ciri eccedentesiast lainnya adalah hanya menceritakan perasaan mereka terhadap orang terdekat. Sebenarnya seseorang yang eccedentesiast bukannya berdarah dingin. Mereka tetap memiliki emosi negatif tapi hanya menunjukkannya ke teman terdekat.

Ilustrasi senyum. Foto: Pixabay
Ilustrasi senyum. Foto: Pixabay

Perubahan pola makan

Orang-orang yang merasakan tidak bahagia biasanya mengalami perubahan nafsu makan. Beberapa jadi banyak makan sementara yang lain justru sebaliknya. Perubahan berat badan juga sering dialami oleh mereka yang eccedentesiast.

Kehilangan ketertarikan pada aktivitas yang disukai

Seseorang dengan smilling depression bisa jadi tidak lagi tertarik melakukan aktivitas yang dulunya mereka sukai. Hal ini karena munculnya perasaan bersalah, tidak berarti dan tidak ada harapan. Meski di hadapan orang dia terlihat optimistis dan ceria, tapi di dalam hati mereka tetap harus mengekspresikan perasaannya.

Menyembunyikan perasaan sedih dan putus harapan seringkali dipilih karena beberapa alasan. Pertama, orang dengan eccedentesiast ingin menjaga privasi mereka. Alasan lainnya, ada perasaan takut dihakimi, takut membebani orang lain, merasa malu, pernah mendapat penolakan yang menyakitkan, takut menerima konsekuensinya, takut dianggap lemah oleh orang lain, merasa bersalah dan punya pandangan yang tidak realistis tentang kebahagiaan.

Seseorang yang perfeksionis juga jago untuk terlihat sempurna dan bagi banyak orang itu berarti menyembunyikan rasa sakit atau masalah.

Bagaimana menghadapi seseorang yang eccedentesiast? Jika sudah tidak terkendali dan cenderung mengarah ke menyakiti diri sendiri, minta bantuan profesional. Cara mengatasinya bisa melalui terapi dan perubahan gaya hidup seperti mengatur pola makan dan olahraga.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close