Fit

Setahun diet, pasutri sukses pangkas 176 kilo: Beda banget, sampai gak dikenali

Danny dan Lexi adalah sepasang suami istri asal Amerika Serikat yang mengalami masalah berat badan. Keduanya memiliki bobot tubuh alias obesitas. Tak tanggung-tanggung bobot tubuh keduanya mencapai ratusan kilo, (Danny 127 kilo dan Lexi 219 kilo). Suatu hari keduanya mengalami titik balik dan memutuskan untuk diet.

Kedua pasutri yang telah memutuskan untuk diet itu diketahui sudah bersama sejak 10 tahun silam. Bagaikan pasangan kompak, keduanya sering mengonsumsi makanan cepat saji hampir setiap hari. Hal ini mengakibatkan pasangan ini menjadi semakin gemuk selama bertahun-tahun.

Baca juga: Begini diet ala idol K-Pop ITZY, ada yang sarapan cuma minum air putih

Kedua pasangan ini sudah mengalami kegemukan sejak kecil. Bahkan pada usianya yang masih 20 tahun berat badan Lexi sudah mencapai 200 kilo. Namun kegemukan tak menghalangi Danny untuk jatuh cinta pada gadis tambun itu. Bagi Danny, bobot tubuh seseorang tidaklah menjadi hal yang mengganggu baginya.

Pasutri obesitas
Pasutri obesitas Photo: Istimewa

Gaya hidup dan kebiasaan makan yang buruk dari orangtuanya disebut-sebut menjadi penyebab Lexi obesitas.

“Kami tidak punya banyak uang, dan orangtua saya tidak pernah memasak. Lebih mudah membeli makanan siap saji daripada makanan sehat. Selain itu, saya selalu makan dalam porsi besar. Apapun mood saya, makanan selalu ada untuk saya,” kata Lexi.

Meskipun tak kesulitan mendapatkan pasangan, namun Lexi harus berjuang mengatasi masalah bobot tubuh. “Ketika saya dilamar dan mendekati hari pernikahan, saya kesulitan mendapatkan gaun pengantin yang pas dengan bobot tubuh saya,” ujarnya.

Pasutri obesitas
Pasutri obesitas Photo: Istimewa

Makan 8000 kalori sehari hingga sesak napas

Tak cuma Lexi, Danny sang suami juga mengalami nasib serupa. Ia mengalami kegemukan sejak kecil. Keduanya bahkan mengonsumsi 8000 kalori sehari. Sebagai perbandingan, jumlah asupan kalori harian yang normal adalah 2.000-2.500 kalori tergantung index massa tubuh. Normalnya orang asia mengonsumsi 1500-2000 kalori perhari.

Itu artinya Danny dan Lexi mengonsumsi 3-4 kali lebih banyak kalori dari orang normal. Oleh karena itu tidak mengherankan jika kalori dalam berat badan mereka menumpuk.

Pasutri obesitas
Pasutri obesitas Photo: Istimewa

Hingga suatu hari, Danny mengalami sesak napas dan kesulitan berjalan, di sisi lain, setelah menikah Lexi dinyatakan infertil karena bobot tubuhnya membuat hormon dalam tubuhnya tidak stabil. Keduanya mengalami titik balik yang mengubah hidup mereka.

Berawal dari keputusan mengubah pola makan dan mengusahakan untuk berolahraga. Lexi dan Danny memutuskan untuk mencoba membuat mekanan sendiri di rumah yang lebih sehat. Keduanya juga membuat jadwal pergi ke gym bersama dan memutuskan untuk saling support satu sama lain.

“Kami bermimpi memiliki anak, dan melakukan perjalanan wisata. Karena sejak lama wisata adalah hal yang mustahil bagi orang dengan bobot tubuh ratusan kilo. Bepergian dengan mobil atau pesawat hampir mustahil,” ujar Danny.

Di sisi lain, masalah kepercayaan diri juga menghambat Lexi, ia selalu merasa tal pede dengan penampilannya.

“Saya selalu menjadi gadis yang bersembunyi dari kamera. Hanya fokus pada wajah dan bergantung dengan filter kamera. Saya sering juga memakai sesuatu yang berwarna hitam agar terlihat lebih ramping dan menyembunyikan fakta bahwa saya berkeringat begitu cepat.”

Setiap hari, mereka berdua bekerja keras untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat. Mereka membutuhkan dukungan satu sama demi kesuksesan bersama.

Diet membuahkan hasil memuaskan

Setelah menjalani diet ketat selama 6 bulan hasilnya mulai terasa. Mereka mengalami penurunan berat badan 4-5 kilogram perbulan.

Lexi penderita obesitas
Lexi penderita obesitas photo: Istimewa

“Ketika berat badan saya mulai turun sedikit lebih lambat, saya mulai berlatih lebih intensif dan makan lebih sedikit kalori. Danny dan saya sangat menikmati satu sama lain.”

Setelah satu tahun mererka menyadari bahwa bobot tubuh keduanya sudah mendekati ideal.

“Semua pakaian jadi terlalu besar, Kehidupan seksual yang menyenangkan hingga aktivitas ‘pacaran’ yang tak lagi di rumah saja. Pada akhirnya, kami bahkan menjadi orang yang selalu kami inginkan.”

Lexi penderita obesitas
Lexi penderita obesitas photo: Istimewa

Dengan diet ketat selama setahun kedua pasangan ini masing-masing telah memangkas bobotnya Lexi telah kehilangan lebih dari 136 kilogram (kini bobotnya mencapai 83 kilo). Sedangkan Danny, menjadi sekitar 40 kilogram (kini bobotnya mencapai 87 kilogram). Total bobot yang hilang jika digabung keduanya mencapai 176 kilogram dalam setahun.

Dengan bobot yang menyusut drastis dalam setahun, Lexi tampil dengan sosok yang berbeda.

Pasutri penderita obesitas
Pasutri penderita obesitas Photo: Istimewa

“Saya bangga pada diri saya sendiri dan merasa jauh lebih bahagia daripada sebelumnya. Saat kami bertemu 10 tahun lalu, saya tidak pernah mengira Danny bisa merangkul saya,” ujarnya sambil tertawa.

Saking berubahnya, kedua pasangan ini hampir tak bisa dikenali oleh beberapa kolega dan teman-teman yang tinggal jauh dari kedua pasangan ini.

“Selangkah demi selangkah dan hari demi hari, kami telah sepenuhnya mengubah hidup kami.”

Pasutri penderita obesitas
Pasutri penderita obesitas Photo: Istimewa

Selama tahun yang mengesankan, keduanya juga secara teratur memposting foto di media sosial. Mereka melakukan ini tidak hanya untuk memotivasi diri mereka sendiri tetapi juga untuk menginspirasi dan meyakinkan orang lain untuk mengambil tindakan perubahan ke arah yang lebih baik.

Baca juga: Transformasi wanita 289 kilo sukses diet: Cantik banget bikin pangling

Mereka bahkan mengumpulkan ratusan ribu pengikut yang mengikuti transformasi mereka secara seksama.

“Anda benar-benar dapat mengubah hidup Anda jika Anda mau.”

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close